unitedbet88

Rabu, 02 November 2016

Kisah Suami yang Begitu Setia Kepada Istrinya

Suami adalah pemimpin kepada keluarganya dan isteri pula adalah penasihat terbaik bagi suaminya. Selain itu isteri juga memberikan ketenangan dan tempat mengadu kasih, mengadu masalah, bermanja-manja dan keperluan-keperluan emosi lain oleh suami.

Dari Ibnu Umar r.a : Rasulullah saw bersabda, “Dunia ialah kesenangan. Sebaik-baik kesenangan dunia ialah perempuan yang solehah.” [1410] Sahih Muslim




Berikut adalah kisah tentang Suami yang begitu setia terhadap istrinya yang begitu dia cintai,

Perkawinan itu telah berjalan empat (4) tahun, namun pasangan suami istri itu belum juga dikaruniai seorang anak. Dan mulailah kanan kiri berbisik-bisik: “kok belum punya anak juga ya, masalahnya di siapa ya? Suaminya atau istrinya ya?”. Dari berbisik-bisik, akhirnya menjadi berisik.

Tanpa sepengetahuan siapa pun, suami istri itu pergi ke salah seorang dokter untuk konsultasi, dan melakukan pemeriksaaan. Hasil lab mengatakan bahwa sang istri adalah seorang wanita yang mandul, 

sementara sang suami tidak ada masalah apa pun dan tidak ada harapan bagi sang istri untuk sembuh dalam arti tidak peluang baginya untuk hamil dan mempunyai anak. Melihat hasil seperti itu, sang suami mengucapkan: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, lalu menyambungnya dengan ucapan: Alhamdulillah.

Sang suami seorang diri memasuki ruang dokter dengan membawa hasil lab dan sama sekali tidak memberitahu istrinya dan membiarkan sang istri menunggu di ruang tunggu perempuan yang terpisah dari kaum laki-laki.

Sang suami berkata kepada sang dokter: “Saya akan panggil istri saya untuk masuk ruangan, akan tetapi, tolong, nanti anda jelaskan kepada istri saya bahwa masalahnya ada di saya, sementara dia tidak ada masalah apa-apa.Kontan saja sang dokter menolak dan terheran-heran.

Akan tetapi sang suami terus memaksa sang dokter, akhirnya sang dokter setuju untuk mengatakan kepada sang istri bahwa masalah tidak datangnya keturunan ada pada sang suami dan bukan ada pada sang istri.

Sang suami memanggil sang istri yang telah lama menunggunya, dan tampak pada wajahnya kesedihan dan kemuraman. Lalu bersama sang istri ia memasuki ruang dokter. Maka sang dokter membuka amplop hasil lab, lalu membaca dan mentelaahnya, dan kemudian ia berkata: “… Oooh, 

kamu –wahai fulan- yang mandul, sementara istrimu tidak ada masalah, dan tidak ada harapan bagimu untuk sembuh.Mendengar pengumuman sang dokter, sang suami berkata: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, dan terlihat pada raut wajahnya wajah seseorang yang menyerah kepada qadha dan qadar Allah SWT.

Betapa besar hati sang suami,  sifatnya menggambarkan teladan yang sebagaimana hadist:

Dari Abu Hurairah r.a : Rasulullah saw bersabda, “Seorang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik budi pekertinya, dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik pada isterinya.” [1162] Hasan Sahih. Riwayat Al-Tirmidzi

Lalu pasangan suami istri itu pulang ke rumahnya, dan secara perlahan namun pasti, tersebarlah berita tentang rahasia tersebut ke para tetangga, kerabat dan sanak saudara.Lima (5) tahun berlalu dari peristiwa tersebut dan sepasang suami istri bersabar, sampai akhirnya datanglah detik-detik yang sangat menegangkan, di mana sang istri berkata 

kepada suaminya: “Wahai fulan, saya telah bersabar selama Sembilan (9) tahun, saya tahan-tahan untuk bersabar dan tidak meminta cerai darimu, dan selama ini semua orang berkata:” betapa baik dan shalihah-nya sang istri itu yang terus setia mendampingi suaminya selama Sembilan tahun, padahal dia tahu kalau dari suaminya, ia tidak akan memperoleh keturunan”.

Namun, sekarang rasanya saya sudah tidak bisa bersabar lagi, saya ingin agar engkau segera menceraikan saya, agar saya bisa menikah dengan lelaki lain dan mempunyai keturunan darinya, sehingga saya bisa melihat anak-anakku, menimangnya dan mengasuhnya.Mendengar emosi sang istri yang memuncak, sang suami berkata: “istriku, ini cobaan dari Allah SWT, 

kita mesti bersabar, kita mesti …, mesti … dan mesti …”. Singkatnya, bagi sang istri, suaminya malah berceramah di hadapannya.Akhirnya sang istri berkata: “OK, saya akan tahan kesabaranku satu tahun lagi, ingat, hanya satu tahun, tidak lebih”.Sang suami setuju, dan dalam dirinya, dipenuhi harapan besar, semoga Allah SWT memberi jalan keluar yang terbaik bagi keduanya.

Sang suami tidak pernah marah ataupun memukul sang istri, karena seperti hadist dibawah ini:

Dari Muawiyah Al-Qusyairi r.a : “Saya mendatangi Rasulullah saw, aku bertanya, ‘Nasihat apa yang akan engkau katakan (yang harus kami lakukan) terhadap isteri-isteri kami?’ Rasulullah saw menjawab, “Berilah mereka makan dari apa-apa yang kalian makan, dan berilah mereka pakaian dari apa yang kalian pakai. Janganlah kalian memukul mereka dan jangan pula mencaci mereka…” [2144] Sahih Abu Daud

Dari Aisyah r.ha, ia berkata : “Rasulullah saw tidak pernah memukul seorang pun dari pembantu beliau dan tidak juga isteri dan Beliau tidak pernah memukul apa pun dengan tangan Beliau.” [1627] Sahih Ibnu Majah

Beberapa hari kemudian, tiba-tiba sang istri jatuh sakit, dan hasil lab mengatakan bahwa sang istri mengalami gagal ginjal.Mendengar keterangan tersebut, jatuhnya psikologis sang istri, dan mulailah memuncak emosinya. Ia berkata kepada suaminya: “Semua ini gara-gara kamu, selama ini aku menahan kesabaranku, dan jadilah sekarang aku seperti ini, 

kenapa selama ini kamu tidak segera menceraikan saya, saya kan ingin punya anak, saya ingin memomong dan menimang bayi, saya kan … saya kan …”.Sang istri pun bad rest di rumah sakit.

Di saat yang genting itu, tiba-tiba suaminya berkata: “Maaf, saya ada tugas keluar negeri, dan saya berharap semoga engkau baik-baik saja”.“Haah, pergi?”. Kata sang istri.“Ya, saya akan pergi karena tugas dan sekalian mencari donatur ginjal, semoga dapat”. Kata sang suami.Sehari sebelum operasi, datanglah sang donatur ke tempat pembaringan sang istri.

Maka disepakatilah bahwa besok akan dilakukan operasi pemasangan ginjal dari sang donatur.Saat itu sang istri teringat suaminya yang pergi, ia berkata dalam dirinya: “Suami apa an dia itu, istrinya operasi, eh dia malah pergi meninggalkan diriku terkapar dalam ruang bedah operasi”.Operasi berhasil dengan sangat baik. 

Setelah satu pekan, suaminya datang, dan tampaklah pada wajahnya tanda-tanda orang yang kelelahan.Ketahuilah bahwa sang donatur itu tidak ada lain orang melainkan sang suami itu sendiri. Ya, suaminya telah menghibahkan satu ginjalnya untuk istrinya, tanpa sepengetahuan sang istri, tetangga dan siapa pun selain dokter yang dipesannya agar menutup rapat rahasia tersebut.

Begitu besar cintanya dia kepada istrinya, sebagaimana hadist yang diterangkan ini:

Dari Ibnu Abbas r.a : Nabi saw bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada isterinya, dan aku (Nabi saw) adalah orang yang paling baik di antara kalian kepada isteri ku.” [1621] Sahih Ibnu Majah

Dan subhanallah …Setelah Sembilan (9) bulan dari operasi itu, sang istri melahirkan anak. Maka bergembiralah suami istri tersebut, keluarga besar dan para tetangga.Suasana rumah tangga kembali normal, dan sang suami telah menyelesaikan studi S2 dan S3-nya di sebuah fakultas syari’ah dan telah bekerja sebagai seorang panitera di sebuah pengadilan di Jeddah. 

Ia pun telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dan mendapatkan sanad dengan riwayat Hafs, dari ‘Ashim.Pada suatu hari, sang suami ada tugas dinas jauh, dan ia lupa menyimpan buku hariannya dari atas meja, buku harian yang selama ini ia sembunyikan.

Dan tanpa sengaja, sang istri mendapatkan buku harian tersebut, membuka-bukanya dan membacanya.Hamper saja ia terjatuh pingsan saat menemukan rahasia tentang diri dan rumah tangganya. Ia menangis meraung-raung. 

Setelah agak reda, ia menelpon suaminya, dan menangis sejadi-jadinya, ia berkali-kali mengulang permohonan maaf dari suaminya. Sang suami hanya dapat membalas suara telpon istrinya dengan menangis pula.

Dan setelah peristiwa tersebut, selama tiga bulanan, sang istri tidak berani menatap wajah suaminya. Jika ada keperluan, ia berbicara dengan menundukkan mukanya, tidak ada kekuatan untuk memandangnya sama sekali.

Tolong “share” ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada kisah di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih. Wassalam

CERITA Ada seorang istri yang memiliki suami yang seorang insinyur.

Dia mencintai sifatnya yang alami dan menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.
Setelah tiga tahun dalam masa perkenalan dan dua tahun dalam masa pernikahan, si istri mulai merasa lelah. Alasan-alasan dia mencintai suaminya dahulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

























“Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen.” ungkapan yg selalu muncul dibenaknya.

“Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan pada dirinya. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.” pikiran sang istri yg selalu bergelanyut di kepalanya.

Suatu hari, sang istri memberanikan diri untuk mengatakan keputusannya kepada sang suami, bahwa dia menginginkan perceraian.

“Mengapa ?”, sang suami bertanya dengan terkejut.
“Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan”. jwb sang istri.
Si suami terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya,
tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan sang istri semakin bertambah, merasa suaminya adalah seorang pria yang tidak dapat mengekspresikan perasaannya, “Apalagi yang bisa saya harapkan darinya ?” gerutunya dalam hati.

Dan akhirnya sang suami bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?”.
Sang istri menatap mata suaminya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan,
“Saya punya pertanyaan, jika kamu dapat menemukan jawabannya di dalam hati, saya akan merubah pikiran saya “.

“Sayangku, seandainya saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung, akan tetapi kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu kamu akan mati, apakah kamu akan melakukannya untukku ?” lanjut sang istri.

Si suami termenung dan akhirnya berkata, “Saya akan memberikan jawabannya besok”.
Hati si istri langsung gundah mendengar respon suaminya seperti itu.

Keesokan paginya, sang suami tidak ada di rumah, dan sang istri menemukan selembar kertas dengan coretan tangan suaminya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat.
Disitu tertulis … “Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu,

tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya”.

Kalimat pertama ini menghancurkan hati sang istri, namun tetap penasaran untuk melanjutkan untuk membacanya.

” Kamu sering mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program-program di PC dan akhirnya menangis di depan monitor karena panik, namun saya selalu memberikan jari-jari saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya.

Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.

Kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu.

Kamu selalu pegal-pegal pada waktu “teman baikmu” datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.

Kamu senang diam di rumah dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi “aneh”.
Dan saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami.
Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku sambil tidur dan itu semua tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu.
Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai,

menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu .

Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati.

Karena saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku.

Sayangku, saya tahu ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari apa

yang dapat aku lakukan. Namun jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku tidak juga cukup bagimu, maka aku tidak akan bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu “.

Air mata sang istri jatuh ke atas tulisan suaminya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi dia tetap berusaha untuk membacanya.

” Sayang, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita,saya sekarang sedang berdiri didepan menunggu jawabanmu. Jika kamu tidak puas sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia “.

Sang istri segera berlari membuka pintu dan melihat suaminya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan istrinya.
“Oh… kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.” ucap sang istri sambil terisak memeluk suaminya.
Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari

hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu

Selasa, 01 November 2016

Cerpen CERITA Cinta Pertemuan Termanis

Halaman sekolah belum begitu penuh, karena sebagian tamu undangan belum tampak hadir. Berulang kali Akbar melayangkan pandangannya ke arah sudut sana, “Pokoknya gadis itu punya pesona tersendiri yang selalu mengajak mataku untuk menatapnya”, gerutu Akbar dalam hati. Sebenarnya penampilan gadis itu sederhana, tapi entah mengapa di mata Akbar Ia tampak sangat memukau dengan seragam putih abu dan balutan kerudung putihnya. Namun terkadang pandangan Akbar terhalang oleh beberapa tamu yang tengah mencari tempat untuk duduk.




Dalam rangka menyambut hari ulang tahun sekolah yang ke-9 ini, Akbar dapat kepercayaan untuk menjadi salah satu panitia perayaan dengan sahabat-sahabatnya, “Bar, kamu laper gak??” tanya Semy setengah berbisik. “Emang kalau aku lapar kamu mau nraktir??”Akbar kembali bertanya. Sem tertawa, karena memang begitulah Dia, selalu hadir dengan guyonan-guyonan khasnya



Akbar sedikit mengalihkan pembicaraan, “Sem, coba kamu lihat gadis itu?!” perintah Akbar sambil menunjukan ke arah gadis itu duduk. Tapi tampaknya pandangan Semy masih terhalang beberapa tamu. “Yang mana Bar??” sambil clingak-clinguk mencari. Belum sempat Akbar menunjukan mana yang Dia maksud, tiba-tiba Yudi muncul sehingga pembicaraan mereka terhanti sejenak.

Ketika Samy dan Yudi sedang asyik berbincang, tiba-tiba terlintas dalam benak Akbar untuk memanfaatkan Samy agar mencari tahu siapa nama gadis itu, karena biasanya Samy tak pernah malu untuk melakukan sesuatu sekalipun itu perbuatan yang sangat memalukan, apalagi ini hanya sekedar masalah perempuan.”Sem, sini bentar..!!”

Panggil Akbar. “Apaan sih??” Semy penasaran. “Kamu lihat kan gadis yang di sudut sana??” tunjuk Akbar ke arah sudut sebelah utara. “Iya aku lihat, kenapa? Naksir ya??” ledek Semy pada Akbar. “Iya nih, tolong bantu aku ya Sem, cari tau namanya, sekolahnya dan kelasnya!!” pinta Akbar pada Semy. “Ciiiiiippppllaaaahhhh, apa sih yang nggak buat kamu sob, heeehee” kata Semy sambil mengedipkan sebelah mata dan mengacungkan jempolnya.

Dengan langkah berani Semy berjalan mendekat ke arah gadis itu duduk, padahal jantungnya berdetak tak karuan, karena biarpun dia sering merayu perempuan tapi baru kali ini dia merayu perempuan berjilbab. “Permisi mba, boleh ikut gabung di sampingnya gk??” sapa Semy dengan sikap SKSD-nya, sementara gadis itu hanya menoleh dan tersenyum tanpa mengeluarkan sepatah katapun. “Eemmm....maaf mba, kalau boleh tau undangan dari sekolah mana yaa??”

Tanya Semy so’ akrab. “SMA 06..” jawab gadis itu singkat. “Ternyata gadis ini sangat sulit untuk dapat di dekati, tak semudah yang ku bayangkan” gerutu Semy dalam hati, tapi dia tak mau menyerah, dia tetap kekeh bertanya ini itu pada sang gadis. Terakhir dia bertanya nama, tapi alhasil sia-sia saja. Semy kembali pada teman-temannya, dan menceritakan semua yang dia ketahui tentang gadis itu, dan satu yang dia tidak dapatkan, yaitu nama, nama gadis itu.

Sedang asyik mereka mengobrol, secara tidak sengaja gadis itu melintas di hadapan mereka, dan dengan sepontan mereka menyapa, “Haaii...???” sapa mereka dengan harapan akan mendapat balasan, tapi sayang gadis itu hanya menoleh dengan sedikit senyuman dari bibir manisnya. Belum selesai mereka menikmati pemandangan yang istimewa itu, tiba-tiba Pak Dedi pembina osis yang baru itu menyuruh agar Akbar dan Semy menambah kursi untuk para tamu undangan.

Keduanya tak bisa menolak dan saling pandang sambil berjalan lunglay menuju tempat penyimpanan kursi. Sementara Yudi yang bebas dari tugas memanfaatkan moment ini untuk mencari tahu lebih lanjut siapa gadis yang membuat sahabatnya begitu penasaran itu, karena Yudi tahu sebelumnya Akbar tak pernah seperti sekarang ini.

Setelah lama berbincang, akhirnya Yudi tau nama gadis itu dan memberitahukan berita bagus ini kepada Akbar. “Ternyata nama gadis itu cukup singkat, Rianti, sungguh nama yang anggun” bisik Akbar dalam hati. Tiba-tiba Semy datang mengagetkan. “Woooyyy, lagi pada ngomongin apa sih?? Serius banget??” tanya Semy penasaran sambil menepuk bahu kedua temannya itu. “Kamu tahu gak Sem, ternyata nama gadis itu Ranti..”Akbar memcoba memberitahu Semy. “Lhhaa....kamu tahu dari mana Bar??” Semy kembali bertanya. “Tuuhh dari Dia!” tunjuk Akbar pada Yudi. “Haaahh...jadi kamu Yud,

kenapa kamu gak ngasih tahu Aku???” kata Semy sedikit kecewa. “heehee....sorry deehh, abis tadi kamu gk da sih..” kata Yudi tersenyum. Sementara Semy dan Yudi tengah sibuk membicarakan Ranti, Akbar tersenyum-senyum sendiri. “Ternyata gadis itu memang luar biasa, tak bisa di anggap enteng, dia punya pesona dan keistimewaan tersendiri, dan tak banyak yang tahu akan hal itu” ujar Akbar dalam hati.

Tak terasa acara telah selesai dan matahari mulai tergelincir ke arah ia tinggal. Perlahan para tamu undangan mulai meninggalkan kursi mereka dan menuju kendaraan masing-masing bergegas untuk kembali ke tempat peraduan. Terlihat Rianti berjalan di depan Akbar dengan beberapa temannya. “Inilah gadisku..” ujar Akbar dalam hati. “Heeiii....tunggu sebentar..!!” teriak Akbar pada Rianti. Langkah Rianti terhenti dan dia melihat seorang pria mendekat ke arahnya, Akbar, dialah pria itu. “Rianti, kita duluan yaa..” kata teman-teman Rianti. “Ooh iyaa..” jawab Rianti.

Dengan agak gugup Akbar berkata, ”Tak ku sangka ada gadis seistimewa dirimu, Rianti..”. “Haahh, kamu tahu namaku dari siapa??” tanya Rianti kaget sekaligus tersipu oleh ucapan Akbar. “Itu tak penting, yang terpenting sekarang adalah dirimu..” sanjung Akbar. Rianti semakin tersipu sehingga tak mampu berkata apa-apa lagi, Dia hanya membentuk sebuah senyuman manis yang tersungging dari bibirnya.

Rianti dan Akbar tak menyadari lamanya waktu yang telah mereka lalui. Semy, Yudi, dan yang lainnya sudah tak tampak, dan hanya tinggal mereka berdua di temani dengan belaian angin senja yang mesra. Tak lama setelah itu,

Akbar mengajak Rianti untuk pulang bersamanya. Akbar tak menyadari bahwa dia telah menghabiskan waktu bersamanya, bersama gadis yang ia kagumi. Entah mengapa, semua ini seakan terjadi secara tiba-tiba. Bagai sudah ada perintah dari hati masing-masing. Akbar mengutarakan perasaannya pada Rianti, karena Akbar merasa ini kesempatan yang sangat istimewa dan sama sekali belum pernah tercipta sebelumnya.

Hingga hari usai, pasangan yang telah mengikat hati itu tetap merasa hari masih berjalan seperti biasanya, melintasi sang waktu dalam meniti kehidupan mereka bersama. “Semoga cinta kita abadi”, itulah sebaris doa yang selalu mereka panjatkan kepada yang Agung...

CERITA CINTA DENGAN KATA Aku Pasti Kembali

Namaku jelita, aku sekolah di sma vanderwaald. Aku duduk di kelas 1 sma. Aku termasuk siswa yang pandai, dan juga mudah bergaul. Aku mempunyai seorang sahabat dia bernama putra. Putra adalah sosok sahabat yang baik, perhatian, dan selalu mengerti keadaanku, dilain waktu saat aku bersedih, dia yang selalu menghiburku. Suatu ketika dia memendam perasaan yang sama dan aku juga merasakannya.







































“jelita..” panggil seseorang itu dari arah belakang. Dan itu sahabatku putra.

“iya put..? ada apa?’’ tanyaku.

“pulang sekolah , ikut aku ya.. aku mau ngajak kamu ke suatu tempat.”

“oke baik.”

Setelah bel pulang sekolah berbunyi, putra langsung menghampiriku dia sudah berdiri tepat di ambang pintu kelasku. Dia memanggilku sambil tersenyum.

“jelita.. ayok kita berangkat.”

Putra tiba-tiba mengandeng tanganku , menuruni anak tangga, Dan segera menuju ke area parkir. Kelas kami berada di lantai 3 . Aku dan dia berbeda kelas . Sejak smp kita selalu bareng. Dan sampai SMA ini. Setelah kami tiba di area parkir, putra mengeluarkan motornya yang terparkir dekat pos satpam.

“ayok naik.” Putra mempersilahkan aku untuk naik ke motornya, dan kini kami berangkat meninggalkan area parkir. Juga sekolah.
“kita mau kemana?’’ tanyaku kepadanya.

“ke suatu tempat. Dan kamu pasti suka.” Setelah beberapa menit di perjalanan , kami pun sampai di tempat tujuan. Ternyata putra mengajakku ke sebuah taman bermain. Di taman tersebut . terpampang air mancur yang begitu indah, banyak sekali bunga-bunga yang berwarna warni. Kami berdua duduk di kursi dekat taman.

“jelita… “ panggil putra kepadaku, sorotan mata tajam nya yang takkan pernah ku lupakan sejak dulu . deg…. Jantungku berdebar-debar. Aku tak mengerti tentang perasaan ku padanya, sudah 5 tahun kami bersama.. saling melengkapi satu sama lain. Tapi, tak pernah aku mengerti hubunganku dengannya.. yang aku tau, aku dan dia bersahabat.

“putra, kok nangis?’’ tanyaku padanya. Putra meneteskan air matanya perlahan demi perlahan . ku apus air matanya yang membasahi kedua pipinya..

“aku gak nangis, aku Cuma bahagia aja punya sahabat kaya kamu.” Di usap rambutku dengan kelembutan tangannya. Putra memang sahabatku , dan juga kakak bagiku. karena itu aku tak mau kehilangannya.

“jelita, suatu saat nanti, aku gak bisa terus berada di sisi kamu, kamu harus bisa nantinya tanpa aku. Aku gak mau terus-terusan jadi benalu yang selalu ada di hidupmu. Kamu harus bisa jalani hidup , dan mungkin tanpa aku. ingat janji kita dulu. Kalo kita akan selalu bersama.”

“putra kok ngomongnya gitu, tanpa kamu hidup jelita ga mungkin seceria ini. Karna kamu, hidup jelita bahagia dan lebih berwarna. Kalaupun nantinya putra ninggalin jelita, jelita akan cari putra sampai kapanpun dan bakal nungguin putra sampai putra kembali. Entah beberapa lamanya”

“tapi, inget. Kalo putra gak ada di samping kamu lagi. Kamu janji harus selalu tersenyum.”

“iya, jelita janji… jelita akan selalu tersenyum untuk kamu.”

Hari sudah semakin berlarut. Meninggalkan semua kisah yang ada. Taman tersebut menjadi ikatan janji mereka.

***
Keesokan harinya di sekolah, tepat pukul 06:15 menit.

“jelita, ini ada surat untuk kamu.”dihampirinya jelita , Di kasihnya sepucuk surat itu untuknya yang terpampang besar siapa nama pengirim surat itu. yaitu “putra” .


Deg…… hati jelita tiba-tiba gelisah tak menentu. Tak mengerti apa yang sedang iya rasakan saat ini. Di bukanya isi surat itu perlahan.

“jelitaa… ini aku putra, maafin aku ya kemarin aku gak sempet berfikiran untuk ngomong ke kamu. Karna semua itu terlalu berat untukku. Aku gak sanggup ninggalin kamu disini. Mungkin, saat kamu baca surat ini aku sudah tiba di Kalimantan. Papaku dinas disana, dan terpaksa aku ikut dengannya. Maafin aku ya jelita. Inget janji kita. Kamu harus tetap tersenyum. Suatu saat nanti kita pasti akan bertemu lagi.“

Di akhirinya akhir surat itu. Jelita yang hanya bisa diam membisu dan pucat pasi di tempat duduknya. Perlahan iya menteskan air mata dan tidak percaya akan semuanya. Tak pernah iya mengerti akan semua perasaannya. Sedih, kecewa, semuanya yang iya alami saat ini. Tak sempat iya mengatakan tentang perasaannya yang sebenernya kepada putra. Cinta… mungkin ini yang aku rasakan. Perasaan itu tak pernah ku sadari sebelumnya, setelah kepergianmu baru aku menyadari.. cinta itu ada.

***
Setelah pulang sekolah, aku bergegas untuk pergi kerumah putra. Tetapi hasilnya nihil, tak ada satupun orang yang menjawab sapaanku. Rumah itu kosong. Jelita tak tau harus mencari putra kemana lagi. Akhirnya , aku memutuskan untuk pergi ke Taman kemarin, terakhir kali aku bertemu dengannya, bersamanya…. Taman itu sepi.. tak seperti biasanya, tak banyak orang yang lewat area taman bermain itu. dihampirinya kursi taman tempat aku duduk bersama putra waktu itu. Aku mengingat kembali perpisahan terakhirku dengannya. Aku meneteskan air mata.

***
Setelah 2 tahun aku menunggu, putra tak juga ada kabar. Selama itu aku tak pernah seceria dulu. Hanya kesedihan yang tampak di wajahku. Sesering kali aku mengingat kenangan itu, itu membuatku sakit. Sekalipun aku mencoba melupakannya, itu akan semakin sakit. Beberapa sering aku memutar lagu pasto’aku pasti kembali’ liriknya yang benar-benar menyentuh hatiku.

Reff : aku hanya pergi tuk sementara..
bukan tuk meninggalkanmu selamanya..
aku pasti kan kembali, pada dirimu ..
tapi kau jangan nakal.. aku pasti kembali…..

selama 2 tahun, kenangan itu menghantui harii-hari ku . tang sanggup aku melupakannya. Kini aku benar-benar mencintainya. Cinta bukan lagi sekedar sahabat , tetapi perasaan yang lebih dari pada itu.

hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke 17 , sekarang aku sudah duduk di bangku kelas 3 sma, sekalipun aku ingin pindah ke lain hati dan berpaling dari putra, aku masih takut. Karena luka yang ada di hatiku masih ada. Setelah malam kian tiba, putra tak juga mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku. Padahal hanya sapaannya, dan ucapannya yang begitu berarti untukku..

hari ini sweet seventeen ku. Dan mungkin itu semua tak ada artinya kalau putra tak ada di sampingku. Malam ini aku ingin sekali pergi ke taman itu. untuk menenangkan diri disana, mungkin hanya beberapa saat. Aku akhirnya memutuskann untuk pergi kesana dan meninnggalkan acara dan tamu undangan yang telah hadir di pesta ulang tahunku yang ke 17 itu. aku pergi ke sana dengan di temani supir papaku dan setelah beberapa menit di perjalanan, aku tiba di taman itu. aku tak menyangka.. begitu indah suasana taman tersebut dengan lampu lampion-lampion yang khas terpampang disana. Dekorasi lampu-lampu kecil di setiap pohon yang mengelilingi menambah indah suasana taman itu. aku duduk di kursi putih taman itu. tiba-tiba beberapa saat aku memejamkan kedua mataku dan membukanya kembali aku melihat sesosok putra di depan mataku. Dia tampak berbeda dari dahulu, aku tak percaya kini dia ada di depan mataku, atau mungkin ini hanya ilusiku.

“happy birthday jelita.. aku nepatin janjiku kan , kita pasti bertemu kembali. Dan aku pasti kembali.”

“ini benar kamu?’’ tanyaku tak percaya.

“iya, ini aku. aku putra.”

“kemana aja kamu, kamu gatau aku disini sedih mikirin kamu, kamu gak ada kabar dan hilang gitu aja.”

“maafin aku, aku Cuma gak mau ganggu konsentrasi belajar kamu.”

Putra menghampiriku dan memberiku sekotak bingkisan tanda ucapan ulang tahunku. Dan ternyata itu adalah sebuah kalung yang berukiran tulisan nama kita berdua. Gaun cantik yang aku kenakan malam itu saat ulang tahunku berwarna putih, dan juga putra, membawa bunga mawar merah kesukaaanku dan ia mengenakan jas kemeja putih.

“aku janji gak akan ninggalin kamu lagi. Aku gak bisa tanpamu. Aku mencintaimu, aku sayang kamu jelita.” Kini dia menggutarakan isi hatinya, hanya itu kata yang aku tunggu selama ini dari mulutnya.

“akupun begitu. Ini adalah hari terindahku. Kamu kembali, untuk menjadi sahabatku, juga kekasih bagiku…..”

The end

kisah Cintaku Berawal Dari Gramedia

Hari ini hari minggu, waktunya aku untuk bermalas-malasan.

Tiba-tiba saja handphone ku berdering, kulihat hani memanggil (hani itu teman sekelasku sekaligus sahabatku dari kecil). Aku segera menekan tombol terima.

















“hallo.. ada apa han? Hari minggu gini tumben telepon?”.tanyaku.

“hallo dew.. maaf ya ganggu. Kamu mau gak temenin aku ke mall sekarang?”.jawab hani di seberang sana.

“memang kamu mau ngpain?”.tanyaku lagi heran.

“ada aja, sekarang aku jemput kamu ya.. kamu dandan yang cantik. Byee”.tanpa permisi hani langsung saja menutup telepon.

Aku sedikit dongkol karna ulahnya, dengan sedikit malas aku dandan sesuai permintaan sahabatku ini.


Selang beberapa menit hani sudah berada didepan rumahku. Akupun segera menghampirinya.

“udah siap dew?”.tanyanya

“udah”.jawabku singkat.

“yaudah yu jalan”. Hani menarik tanganku, akupun hanya pasrah saja melihat tingkah aneh sahabatku itu.


Sesampainya di mall hani mengajakku menuju gramedia salahsatu tempat favoritku karna aku senang membaca. Tepatnya membaca novel percintaan J

Disitulah aku mulai senang dan tidak BT lagi.


“hmmmmmm kirain mau ngpain, ternyata kamu ngajakin aku kesini toh. Kalau kesini aku juga mau han. Memang kamu mau beli novel? majalah? Artikel? atau apaan?”. Tanyaku panjang lebar tanpa ada koma sedikitpun.

“duh cerewet, kamu tunggu disini sebentar aja aku lagi nyari orang nih”.ucap hani yang tampaknya bingung mencari-cari seseorang diantara kerumunan orang.

Dan aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk membaca novel gratis disini.

Sedang asik-asiknya aku membaca novel favoritku, tiba-tiba ada seorang cowo mendekatiku. Jelas saja aku merasa terganggu.

“hai..”. sapa cowo yang sama sekali aku tidak mengenalinya.

“hai.. ada apa ya?kamu siapa?aku ga kenal sama kamu”.ucapku sambil terus membaca novel yang aku baca.

“kamu dewi kan?”.tanyanya.

“iya.. kamu tau dari mana namaku?”.ucapku lagi tanpa melihat sedikitpun wajahnya,karna aku tidak peduli.

“kenalin, namaku panji. kamu temannya hani kan?”.tanyanya

Mendengar nama hani, sontak saja aku teringat dengan sahabatku itu. “dia pasti mencariku, astaga aku sampai lupa karna asiknya membaca novel”.gumamku dalam hati.

“kamu tau gak hani dimana? Aku lupa kalau tadi bareng dia kesini. Dia suruh aku buat tunggu sebentar karna dia sedang mencari seseorang, tapi aku begitu saja beranjak tanpa memperdulikan perkataannya”. Wajahku sontak berubah menjadi panik.

Panji hanya tersenyum mendengar perkataanku. Entah aku tak mengerti apa maksudnya.

“ko senyum-senyum sih?aku kan tanya sama kamu, jawab dong..”.ucapku sedikit kesal.

“kamu gak perlu panik gitu, hani sudah pulang dari tadi. Dia bawa kamu kesini karna aku yang suruh. Aku sudah lama memperhatikan kamu tiap kali kamu kerumah hani karna rumahku dan hani berdekatan”.ucapnya dengan tersenyum-senyum.

Aku sedikit kesal dengan hani karna seenaknya saja dia mempertemukan aku dengan cowo yang aku gak kenal sama sekali.”awas saja kamu han”.gumamku dalam hati.

“ko diem?”.dia melanjutkan pembicaraannya.

“hmmmm gak apa-apa ko”.

Itulah awal pertemuan aku dengan panji.



                                                                                                                                 

Pagi harinya aku segera menemui hani disekolah.

Kulihat hani sudah berada dikelas, aku langsung mendekatinya.

“heh..”. ku mengawali pembicaraan dengan nada yang sedikit kesal.

“apa? Gimana kemaren?”.jawab dia dengan santainya.

“kamu itu han kurang kerjaan banget sih! Kenapa kamu gak bilang dari awal kalau kamu itu mau ketemuin aku sama teman kamu?”.tanyaku sedikit dongkol.

“sorry sorry, abis kalau gak gitu caranya kamu gak bakal mau dew”.

“hmmmmmmmm”.

“ko hmmmmm? gimana?”.tanyanya penasaran.

“ya gak gimana-gimana”.jawabku singkat.

“panji itu sudah lama memperhatikan kamu, dia tiap hari kerumahku untuk mencari tau tentang kamu dew”.dia bercerita panjang lebar dan aku hanya diam membisu tanpa sedikit berkomentar.

“malah diem jeh.. jadi kamu mau gak dekat dengan dia?”.tanya nya lagi.

“gak tau aku malas kenal-kenalan kaya gitu..”.jawabku

“dicoba apa salahnya sih dew, lagipula dia orangnya baik ko”.hani mencoba meyakinkan ku.

“lihat ntar aja deh”.jawabku dengan sedikit malas, karna aku masih sedikit dongkol dengan ulahnya kemaren.

                                                                        ‘’

Teeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet teeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet

Bel pulang berbunyi, semua siswa-siswi berhamburan keluar kelas tak ketinggalan aku dan hani.

“dew, kerumahku yu aku ga ada teman nih dirumah, orang rumah lagi ke bandung nengok nenekku sakit. Plies..”.hani memohon.

“iyaa”.jawabku singkat.

Kami berduapun bergegas menuju rumah hani.

Sesampainya dirumah hani kulihat ada seorang cowo yang tak asing lagi, nampaknya aku pernah melihat sosoknya tapi entahlah dimana aku lupa.

“kok melamun?ayo masuk”.hani membuyarkan lamunanku.

“hai dew, akhirnya kita bisa ketemu lagi..”.sapa cowo yang sampai sekarangpun aku belum sadar siapa dia sebenarnya.

“hai juga..sepertinya aku pernah melihat kamu. Tapi dimana yaaaa aku lupa”.aku mencoba mengingat-ingat.

“aku panji..masa kamu lupa sih baru aja kemaren kita ketemu di gramedia”.panji mengingatkan.

“ooooooooooooo iyaiya ku baru ingat”.

“ntar besok pulang sekolah ke gramedia yuu”.ajak panji

Dalam hatiku, aku senang dia mengajakku ke gramedia karna itu memang tempat favoritku. Tapi, aku belum mengenal dia sebenarnya.

“gimana?”.tanyanya.

“yaudah deh aku mau, tapi ajak hani juga ya..”.pintaku padanya.

“sorry dew besok aku gak bisa..aku disuruh kerumah tanteku. Kamu bedua aja gih.”jawab hani yang rupa-rupanya sengaja agar aku dan panji menjadi dekat.

“iya udah deh”.akhirnya aku mengiyakannya.

“yaudah ntar pulang sekolah aku jemput ya dew”.sambung panji.

“iyaa..”.jawabku.


                                                                                                                                       

Malam harinya aku selalu teringat pada sosok panji.

Aku teringat akan awal pertemuan kami. Pertemuan yang tidak pernah ku duga sebelumnya. Aku suka cowo yang gemar membaca karna aku sendiri gemar membaca.

Aku harap panji cowo seperti apa yang aku inginkan.

Kulihat jam menunjukkan pukul 22:00 wib, aku segera beranjak untuk tidur karna tidak biasanya aku tidur larut malam seperti ini.


                                                                       ‘’

Sinar matahari terik membangunkanku dari tidur.

Aku segera bangun untuk mandi. Hari ini entah mengapa rasanya aku sangat semangat tuk menuju sekolah.

Ya.........mungkin karna hari ini aku akan diajak ke gramedia oleh seseorang..atau justru aku sedang jatuh cinta pada seseorang yang mengajakku ke tempat itu...entahlah biar waktu yang menjawab semuanya.



Setibanya disekolah aku langsung menemui hani yang sudah berada dikelas.

“pagi haniku sayang....”.sapaku dengan wajah berseri-seri.

“pagi juga...tumben banget kamu menyapaku seperti itu”.tanya hani bingung.

“emang gak boleh?gak tau nih hari ini rasanya aku mau menyapa kamu dengan lembut aja”.jawabku.

“hmmmmmm coba aku tebak..kamu lagi jatuh cinta ya?”.hani menyelidiki.

“mau tau ajaaaaaaa”.jawabku sedikit centil.



                                                                     
Teeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet teeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet

Bel pulang berbunyi.....

“han aku duluan ya..panji udah nunggu didepan nih”.ucapku pada hani yg masih membereskan buku.

“iyaa good luck yaaa”.jawabnya

“iyaa.. byee”.

“byeee”.

Akupun segera menemui panji didepan sekolah.

Kulihat panji sedang mencari-cari sosokku di kerumunan banyak orang.

“hai.. aku disini”.ku lambaikan tanganku agar panji melihatku.

“hai.. ayo cepat berangkat, aku mau nyari novel terbaru nih takut kehabisan”.ucapnya dengan nada terburu-buru.

“iya.. kamu suka novel juga?”. Ucapku girang karna akhirnya harapanku terwujud, ternyata dia juga gemar membaca.

“iya sayang....”.ucap panji.

Teg... jantungku berdebar mendengar perkataannya karna baru kali ini ada cowo yang manggil aku sayang . Dan entah mengapa aku senang mendengarnya.

Ya tuhan.......... baru aku merasakan seperti ini. Apakah aku memang sedang jatuh cinta pada sosok cowo yang sedang bersamaku ini?????

“dewi..udah sampe nih”.ucapan panji membuyarkan lamunanku.

“eeeeh iya..”.jawabku sedikit gemetar.

“ayo ikut aku mencari novel”.ajak panji sambil menggandeng tanganku.

“iya..”.ucapku gugup.



Setelah beberapa menit mencari-cari, akhirmya dia menemukan novel yang dicarinya.

“alhamdulillah, ternyata masih ada novelnya”.ucapnya merasa senang.

Kulihat novel itu berjudul “ CINTAKU BERAWAL DARI GRAMEDIA”.

“Lucu juga judulnya..kubaca sekali lagi judulnya: “ CINTAKU BERAWAL DARI GRAMEDIA”. Judul itu mengingatkanku akan kejadian waktu itu karna berawal dari gramedia lah aku bertemu dengannya”. Gumamku dalam hati.

Setelah membayarnya dikasir, dia mengajakku ke taman yang tidak jauh dari mall.

“dewi..”.ucapnya sambil memegang tanganku.

“iyaa kenapa?”.jawabku semakin gugup.

“dari awal aku melihatmu aku sudah jatuh hati padamu dewi..kamu tau mengapa aku setengah mati mencari novel ini? (sambil menunjukkan novel yang baru dia beli)

Kamu ingat kan waktu kita bertemu di gramedia? Aku tidak sengaja melihat novel itu dan aku ingin membelinya karna judul itu pas banget seperti kisahku padamu. Tapi sayang saat itu aku lupa membawa dompet. Akhirnya baru bisa beli sekarang deh..”.ceritanya panjang lebar.

“terus???”.jawabku singkat.

“terus.......... novel ini buat kamu.. dan aku mau novel ini menjadi saksi kisah cinta kita.

kamu mau kan?”.dia menyatakan perasaannya padaku.

Teg........................perasaanku menjadi tak karuan mendengar kata-katanya.

“Dari dulu aku memang mengidamkan sosok cowo sepertinya, dan tak ada alasan lagi aku tuk menolaknya”.gumamku dalam hati.

“gimana wi?”.ucapnya lagi.

“aku mau”.jawabku cepat.

“makasih ya sayang..aku sungguh bahagia mendengarnya”.ucapnya sambil memelukku.

“iya sama-sama sayang”.

To Be Continue ..........

Cerita Singkat Tentang Cinta yang Romantis. SoSweet Banget

12 TANGKAI MAWAR
Seperti biasanya, di hari Valentine selalu diwarnai dengan bunga mawar dan cokelat. Kali ini seorang pria datang terburu-buru di tengah hujan demi kekasihnya tercinta.




















Tahu bahwa ia terlambat dan hujan keburu turun, iapun meminta maaf pada kekasihnya yang terlihat cemberut. Hari itu mereka berencana makan malam berdua, persis seperti yang diinginkan si wanita di film-film yang ditontonnya.

Wanita itu lupa, bahwa romantisme bukan sekedar meniru adegan di film saja, yang terkadang justru tidak nyata. Ia juga lupa, bahwa sebenarnya romantis itu datang dari berbagai cara, seperti yang dibawa oleh kekasihnya.

"Aku membawakanmu bunga ini," sodor si pria. Ia tetap membisu dan memasang wajah tak suka.

Akhirnya ia menerima 12 tangkai mawar yang masih basah karena tersiram air hujan. Iapun kaget, "kenapa ada satu mawar plastik di sini? kamu nggak rela ngasih aku bunga mawar?" kemarahannya memuncak lagi.

Masih dengan sabar, si pria menjawabnya, "aku memang sengaja membawa 11 mawar segar dan setangkai mawar plastik. Bagiku, aku akan mencintaimu hingga si mawar plastik itu mati..."

Merasa bersalah karena ledakan kemarahannya, si wanita menangis berurai air mata dan memeluk kekasihnya. "Maafkan aku, aku sudah berpikiran jelek padamu..."

11 tangkai bunga mawar segar itu memang cantik seperti di film yang dilihatnya, tetapi setangkai mawar plastik yang dibawa kekasihnya itu melambangkan cinta yang abadi dan tak pernah mati.

See, romantisme itu tak hanya harus dipandang dari satu hal yang pernah dilakukan di film-film saja.

3 Kata Itu Tidak Cukup -
Kalau diingat lagi, berapa kali si dia mengatakan 'Aku cinta kamu'? Satu kali? dua kali? atau dulu pernah mengatakan saat sedang menembak saja dan sekarang hampir tidak pernah? Ladies, jika saat ini Anda meragukan cintanya karena ia tak pernah lagi mengucapkan tiga kata tersebut, ada sebuah hal yang perlu Anda tahu

Suatu hari, sepasang kekasih yang bernama Arya dan Aryani sedang duduk di tepi danau. Saling bergandengan tangan dan terdiam. Tak lama kemudian, pasangan Aryani membuka suara.

Aryani: Apakah kau benar mencintaiku?

Arya: Tentu saja, sayang.

Aryani: Aku ingin mendengar dari bibirmu sendiri. Bukan kau mengatakannya saat aku bertanya saja.

Arya: Ahhh... kukira aku tak harus sampai begitu.

Aryani: Lho, mengapa tidak?

Arya: Hmm... karena apa yah...

Aryani: Aku kan hanya ingin kau mengatakan kalau kau mencintai aku.

Itu saja, kenapa sepertinya sulit sih?

Arya: Tapi aku tidak bisa

Aryanipun mulai menangis sesenggukan. Pikirannya kalut dan ia mulai yakin bahwa Arya tidak serius kepadanya. Ia hanya bermain-main, dan ia tak pernah mencintainya.

Aryani: Kalau begitu kau tidak mencintaiku!

Masih terdiam dan memandangi air yang mengalir tenang. Aryani membiarkan air mata membasahi pipinya.

Aryani: Mengapa? Mengapa kau begitu tega terhadapku?

Arya: Jadi, apakah kau benar-benar ingin tahu?

Aryani: Tentu saja! (bentaknya)

Aryapun meraih bahu Aryani dan memeluk tubuh kecilnya itu dengan erat. Mencium keningnya dengan perlahan dan berbisik di telinganya, "karena tiga kata itu tidak cukup untuk mengungkapkan betapa aku mencintaimu, sayang..."

Cinta. Tak pernah cukup diungkapkan lewat tiga kata 'Aku cinta kamu'. Percayalah, cinta itu lebih dari sekedar itu...

Alasan Cinta -
Pernahkah bertanya pada kekasih atau suami, "kenapa kamu mencintaiku?" Setidaknya 3 dari 5 orang pernah menanyakan hal ini pada kekasih atau suaminya. Dan, jawaban yang diperoleh tak selamanya romantis, kan? Bahkan sebagian besar pria malah meresponnya dengan gemas, "tak cukupkah kehadiranku menjawabnya?"

Berikut adalah sebuah kisah yang dititipkan oleh para pria tentang cinta mereka...

Suatu hari, seorang pasangan kekasih sedang berjalan-jalan di taman. Dipetiknya sebuah bunga yang cantik oleh si pria dan diberikan kepada kekasihnya, "ini untukmu sayang." Di luar dugaan, kekasihnya justru terdiam. Tak berapa lama kemudian ia bertanya pada kekasihnya?

Wanita: Kenapa kau menyukaiku? kenapa kau mencintaiku?

Pria: Aku juga tidak tahu alasannya. Tetapi aku sangat menyukaimu, aku mencintaimu, sayang.

Wanita: Kamu jahat. Kamu bahkan tidak bisa menyebutkan satu alasanpun mengapa kau menyukai aku. Kalau suatu saat nanti ada yang lebih cantik dari aku pasti kau akan meninggalkan aku. Bagaimana bisa kau bilang kau mencintaiku jika kau tak tahu alasannya?

Pria: Aku benar-benar tidak tahu alasannya, sayang. Tetapi, bukankah perhatian, kasih sayang dan kehadiranku di hidupmu sudah menjadi bukti cintaku?

Wanita : Bukti apa? Semua tidak membuktikan apapun. Aku hanya butuh alasan, kenapa kamu bisa menyukaiku? Kenapa kamu mencintaiku?

Pria : Baiklah, akan kucoba cari alasannya. Eum... karena kamu cantik, kamu punya suara yang indah, kulitmu halus, rambutmu lembut... Cukupkah alasan itu?

Kekasihnya kemudian mengangguk, dan menerima bunga itu dengan senang hati.

Beberapa hari kemudian, sebuah kecelakaan menimpa wanita tersebut.

Ia harus kehilangan rambutnya yang panjang dan lembut karena terjepit dan terpaksa harus dipotong. Ia juga harus kehilangan suara dalam beberapa waktu karena pita suaranya terbentur keras.

Kulitnya yang dulu halus mulus kini terpapar beberapa jahitan. Ia terbaring tak berdaya.

Di sampingnya ada secarik surat. Iapun membacanya.

"Kekasihku,
Karena suaramu tak lagi semerdu dulu, bagaimana aku bisa mencintaimu?
Dan karena rambutmu kini sudah tak panjang dan lembut lagi, aku tak bisa membelainya.
Aku juga tak bisa mencintaimu.
Apalagi kini banyak jahitan di wajahmu yang dulu mulus.
Jika benar cinta itu butuh alasan, kurasa aku benar-benar tak bisa mencintaimu lagi sekarang.

Tetapi....
Cintaku bukan cinta yang palsu.
Cintaku kepadamu tulus. Aku menyukai dirimu yang apa adanya. Aku tidak jatuh cinta karena kau punya suara yang merdu, rambut yang indah serta kulit yang mulus. Aku mencintaimu tanpa alasan apapun.

Sampai kapanpun, aku tetap akan mencintaimu. Sekalipun nanti rambut putihmu mulai tumbuh, kulitmu mulai menua dan keriput, aku selalu mencintaimu.

Menikahlah denganku..."
Cinta tak pernah membutuhkan alasan. Ia juga akan tetap hadir secara misterius. Datang tanpa pernah diduga sebelumnya. Percayalah akan kekuatan cinta, karena kau tak pernah tahu seberapa besar ia akan membuat hidupmu bahagia.

Cerita cinta romantis yang udah kalian baca diatas, mudah-mudahan memberi hikmah dan pelajaran untuk kalian. harapannya kalian kelak mampu mempertahankan hubunga kalian sampe nenek dan kakek kakek. Terimakasih

KISAH NYATA..!!KEKASIH TERSAYANG MENINGGAL DIPELUKAN KEKASIHNYA

Awalanya kita berkenalan di jejaring sosial yaitu Facebook,tidak banyak yang saya tau tentang dia. Karena dia orangnya agak tertutup,tapi justru karena itu aku tertarik kepadanya. Karena dia penuh dengan rahasia,yang membuat aku semakin ingin mengenal jauh tentang dirinya.


















Seminggu,setelah kita melakukan pendekatan dan berbagi pengalaman tentang kisah cinta kita masing – masing akupun semakin mengenal dia dan sedikit mengerti tentang karakternya. Ternyata memang tidak jauh berbeda dengan kisah cintaku dulu,iyahhh….”Disakiti dan ditinggal pergi dengan yang lain” dari situlah aku mengambil kesimpulan Apakah Tuhan memang mempertemukan aku dengan dirinya untuk saling mengobati luka hati karena cinta?? 

(semoga harafan ini memang benar) “amin” Hingga tepat pada tanggal 31 Agustus 2012 kami meresmikan hubungan kita untuk menjadi sepasang kekasih,dijejaring social Facebook. Alhamdulilah Teman – teman pun banyak yang mengucapkan selamat kepada kita. “Hee..heheee…yang lucunya,kita jadian tapi belum pernah ketemu sama sekali” Mungkin karena kita berdua sudah merasa CLIKK atau punya Camistri yang kuat istilahnya.

Sabtu Tanggal 1 September 2012 kitapun melakukan pertemuan yang pertama,saya menjemput dia didepan gang rumahnya tidak dirumahnya secara langsung,karena dia bilang masih belum siap untuk mengenalkan saya sama keluarganya. Iya saya pun menuruti kemaunnya itu,padahal saya sih pengennya menjemput dirumahnya langsung biar keluarganya tau kalau si Erawati pergi sama saya. Pertemuan kita yang pertama tidak lama,kita Cuma mengobrol dan bercerita semua hal tentang kita,intinya biar kita berdua semakin dekat dan tau karakter kita masing – masing. Setelah itu,aku mengantarkan dia ketempat kerjanya di DELONIX Hotel Karawang,karena dia ada jadwal masuk kerja.

Seminggu kemudian, hari sabtu mlm minggu jam 19:15 tanggal 8 september 2012 aku menjemput dia ditempat yang sama sewaktu kita melakukan pertemuan yang pertama kali. Akupun masih penasaran kenapa dia nggan aku jemput dirumahnya langsung,lalu aku Tanya sama dia “kenapa sih?”  dia Cuma menjawab “entar aja kalau aku sudah siap say (panggilan sayang buat aku),kalau sekarangmah akunya belum siap”  akupun menjawab “ heemm….ya sudah kalau begitu,akumah nurut aja” Lalu kitapun berangkat ke Jl. Raya By pass Kampung paracis – Karawang barat. 

Disitulah aku tinggal (Ngekost), tapi sebelum kita nyampe dikosan,kitapun berhenti dulu di lampu merah bay pass untuk membeli makanan karena kebetulan aku belum makan malam. “cyg (panggilan sayang untuk Erawati),kamu udah makan belum? Kalau belum,kita beli nasi goreng dulu yux buat dimakan dikosan A?”  “Udah Say,neng mah udah makan tadi dirumah. A beli satu z nasi gorengnya” jawab erawati.

Akupun menjawab “Yasudah,kalau begitu kamu beli makanan apa’an ke buat ngemil dikosan A?” Erawati menjawab “Neng mah mau beli Es juss Alpuket z dech A,biar segerr” dan kebetulan juss alpuketnya tidak ada,padahal kita sudah nyari – nyari diempat orang2 biasa jualan makanan. “Yasudah dech A gausah dicari lagi,kalau engga ada Es Buahnya mah" ga apa – apa kata erawati.  

Akhirnya kitapun sampai dikosan,saya makan nasi goreng dan dia makan es buahnya,sambil nonton Tv yang kebetulan acaranya Adalah Opera van Java (OVJ) di Trans 7,sambil bercanda bareng,ketawa-tawa bareng,sampai kita selesai makan. Lalu aku minta untuk berphoto bareng sama dia,dan aku kaget ketika aku melihat hasilnya (wajah Erawati terlihat sangat pucat)

Disitu aku bertanya-tanya,aku heran dan perasaanku ga enax banget. “Ko mukamu pucat banget cyg? Apa kamu lg sakit??” dia mnjawab “akkhh…mungkin Cuma kameranya saja kali say,udahlah A jangan mikirin yang ngga-ngga. Neng ga knpa-napa ko A..!!” 

Karena dia bilang begitu,akupun mencoba untuk ngilangin perasaanku yang ga enax itu. Tapi setelah kita selesai photo-photo tiba-tiba erawati batuk dan akupun menganggapnya Cuma batuk biasa “hemm…makannya kata A jg jangan minum es doang,dibilangin suruh makan nasi goreng malah ngga mau” akupun berkata seperti itu,dgn mksud menyindir erawati. 

ikkhhh….dibilangin neng udah makan dirumah jg” jawab erawati. Setelah itu dia tidur2’an di pangkuan saya sambil melanjutkan nonton OVJ,dan untuk yg kedua kalinya dia batuk-batuk lg. “kayanya kamu emang lagi sakit dech cyg,ayo…jujur sama A,A ga suka kalau punya cewe tertutup dan ngga mau ceritain masalahnya. Tu berrti kamu ngga sayang sama A” tanya aku. 

Saat aku mnyuruh dia buat cerita n jujur,tiba2 dia malah meneteskan air mata sambil berkata “Maafin neng A,neng memang lg sakit dan penyakit itu sudah lama neng derita. Tapi neng ga mau orang lain tau bahkan keluarga neng sendiripun tidak tau kalau neng punya penyakit. 

Neng ga mau merepotkan mereka say” dan akupun menjawab’y “itu berrti kamu tuh egois cyg,tetap saja kalu terjadi sesuatu sama km org tua/keluarga jg pasti khwatirlah,karena mereka jg sayang sama km. seperti A yang sangat menyayangi km cyg. Sekarang coba km ceritain ke A kalau kamu tuh sakit apa??” dia mnjawab “Sudah A,sudah….!! 

Ngga usah kita bahas soal ini lg,coz yang ada Cuma bikin neng tambah sakit lg. A ngga usah berfikiran yang aneh2 lg sama neng,neng ngga kenapa2 ko A. buktinya sekarang neng ada disamping Aa”  “Yasudah,yang penting km baik2 z,maafin A kalau A udah ngebahas soal ini. A janji sama neng,sebisa mungkin A bakal bahagiain neng,a bakal terus ada untuk neng,kalau neng butuh teman curhat,neng curhat z sama A okey!!” jawab aku.  

Lalu dia pun berkata “ Iyah A,neng sayang bgt sama Aa,A jgn pernah selingkuh & ninggalin neng yah..!! Oya,neng boleh meluk Aa ngga??” aku jawab “iya peluk saja ga apa2” kemudian aku pun memeluk dia dengan penuh rasa sayang yang begitu tulus,rasanya seperti mau ditinggal pergi yang jauh sekali sama dia,aku jg masih bingung dgn perasaanku yg terus2’n terasa ga enax bgt. Ga tau  kenapa?? Sambil memeluk dan membelai rambutnya akupun berkata “

Aku jg sayang bgt sama km cyg,dan a jnji ga bakalan selingkuh apalagi ninggalin km. karena kamu sudah membuat hidup A mnjadi terang kembali,A haraf kamu adalah jawaban dari semua ini,seseorang yang bisa membuat A melupakan sang mantan yg kemarin. Akan Alakukan apa saja agar km bisa bahagia & tersenyum,hatiku Cuma untuk km seoarang A sayang bgt sama km cyg I Love You”

Masih dipelukanku…..seketika dia diam & tidak bergerak,…!!!! Akupun panic dan bercampur kaget,ketika aku menatap wajahnya yg sudah pucat dan matanya pun tertutup sayu. Saya coba bangunin dia dengan manggil2 namanya bahkan sesekali saya goyang2 kan badannya,tetapi ttp z dia tdk bergerak. saya berfikir dia Cuma pingsan biasa,

lalu saya mencoba mencari no tlp keluargany di hand phone nya dia dan Allhamdulilah ada satu yang bisa saya hubungi. Tertulis di Phone Book Namanya Bude,dan saya lgsung ceritain kpd’y kalau erawati pingsan dikosan aku,terus saya suruh tetangga kosan termsuk Bp & Ibu kosan untuk tungguin erawati dikosan saya. Sementara saya mnjemput sodaranya erawati di depan gang,akhirnya sayapun ketemu sm sodaranya trsebut dan lgsung saya bawa dia kekosan  Karena saya khwatir trjdi apa2 sm erawati. Setibanya dikosan aku,tiba2 Bp. Kos menghampiriku sambil berkata “sudah moy,kamu harus tabah & Ikhlasin dia,ini memang sudah Takdirnya” Akupun ga mngrti apa yg Bp. Kosan maksd?? 

Apa yang sudah terjadi pada erawati?? Akupun berlari menuju kosan aku bersama sodaranya erawati jg,ternyata disitu aku melihat seluruh badan erawati sudah pucat semua dan ketika saya pegang tangan+kakinya trnyata sudah dingin bgt. Aku masih penasaran,sambil menangis lalu aku coba mendengarkan detak jantungnya sambil teriak2 mnyebut namanya 

Era…..!!!!! Bangun dong cyg,…..cepatan bangun…..!!! km jangan bikin kita semua mnjadi panic begini cyg….ayoo…bangunnn….!!! km baik2 z kan cyg??? Km pasti mendengarkan teriakan Aa….ayooo….cyg bangunn….plisss…..Km jgn pergi Ninggalin A dung cyg….!!!

 Eraa….km bisa dengerin A ngga sich cyg????!!! Namun semua itu tiada hasil,dia msih diam dan tak bergerak. lalu aku mnta sama Bp.kosan buat bawa erawati ke rumah sakit buat diperiksa,tapi sodaranya malah berkata  Sudah A,lebih baik kita bawa saja erawati kerumahnya. Biar orang tua & keluarganya yang memutuskan mau dibawa kerumah sakit atau ngga”  

Tp Aku tetap bersikeras  maksa untuk membawa erawati kerumah sakit. (Bp. Kosan berkata). “Moy,lebih baik kita bawa saja erawati kerumahnya. Kalau Disanakan ada org tuanya jd biar mereka yg menentukan mau dibawa kerumah sakit or ngga’y,km jgn egois bgtu moy. 

Akhirnya kamipun membawa erawati kerumahnya pke mobil,saya duduk di tengah sambil memangku erawati,lalu BP.kosan sm adiknya didepan,dan sodaranya erawati naex motor didepan sebagai penunjuk arah kerumahnya erawati. Didalam mobil saya trs2’n mencoba buat membangunkan erawati,sambil menangis. kugoyang-goyangkan badannya,manggil2 namanya,tp tetap saja ga ada Respone. Sepanjang perjalanan itu,aku benar2 merasa ga percaya kalau semua ini bisa terjadi, Dan aku berharaf ini semua hanayalah sebuah mimpi buruk. 

Sesampainya dirumah erawati,ternyata pihak keluarganya sdh pada siap2 menunggu kedatangan kita. Dan disitulah suasana berubah mnjadi duka,pecah,haru,berkagum,semuanya menjerit,menangisi kepergian erawati. Seakan merekapun tidak percaya kalau dia adalah erawati anaknya,….

“Inalillahi wainnailaihi Roziunn”……semua yang berasal dari ALLAH,maka akan kembali pula kepaNYA… kalimat itu yang bisa kami ucapkan untuk menuntun kepergian Almarhumah erawati.

Berita duka cita,Telah pulang kerahmatullah,sodari “Erawati Binti Watno”  lahir di kota karawang,02 Desember 1988 dan wafat pada hari sabtu malam minggu tanggal 8 September 2012 dikosan Emoy suherman Paracis karawang barat. Semoga amal ibadahnya diterima disisi ALLAH SWT dan diampuni semua dosa2 yang pernah diperbuatnya sewaktu hidup. Semoga kamu diberi penerangan disana dan berada ditempat orang2 yang Sholeh dan Sholehah “AMIN..ya robbal alaminn..”

Namamu akan selalu ada dihatiku,untuk selamanya. Aku akan selalu mendoakanmu,hingga Tuhan mengambilku. Aku berharaf jika aku mati nanti,kita bisa dipertemukan lagi di Syurga nya ALLAH SWT “Amin” untuk melanjutkan hubungan kita disana SELAMANYA…..!!! AKU SAYANG KAMU ERAWATI…            

”KU PELUK KAU KESURGA”