unitedbet88

Tampilkan postingan dengan label romantis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label romantis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Januari 2017

Cerita Cinta - Cintaku Jadi Kenyataan

Sekilas saya mendengar, nama itu sering terdengar di kuping saya, tampang nya sering saya lihat di hadapan saya, dia pria ganteng yang mempunyai gaya keren, dia dapat membuat saya terpukau, senyumannya indah, matanya yang bagus sekali, dapat membuat banyak cewek jatuh hati padanya dan ingin mendekatinya sampai melekat di dalam di setiap hati perempuan,























(wany) itu sebuah nama yang bagus enak di dengar dan gampan di untuk mengingatnya, nyatanya dia itu adalah seorang pria sepeti 1001 wibawa maka bisa membuat perempunan jatuh hati padanya, seperti saya, akan tetapi, dia orang nya sangat pendiam sekali, dia sangat apatis tapi kangenin, itu yang bisa menjadi ingin lebih tahu dan berkata-kata, dan saat itu saya pergi jalan keluar, saya berbisik pada angin, saya sangat memuja-muja dirinya,

Akan tetapi tidak tercapai keinginan saya. Bagaikan seperti pemberitahuan kalau wany  itu layak keinginan tapi tidak dapat saya di raih, hari terus belalu dan sampai pada suatu saat muka ganteng itu tidak kelihatan lagi di hadapan saya dan namanya yang sering saya dengar tidak terndengar lagi sampai terus membuat saya tersakiti sebab pasangan saya,

Entah kenpa saat malam itu saat saya sedang membuka fabebook saya, dan saat saya buka setela 15menit kemudian ada sebuah pesan yang masuk, itu memang buat saya atau bagaimana, ternyata wany yang mengirim pesan tersebut,  dia mengirimkan pesan sangat pendek, ya begitulah  pesannya pendek jadi tidak mungkin isi panjang, dia meminta no hp saya seperti hanya sekedar membuang suntuk aja mungkin bagi dia,




Saat itu ada perkataan yang pendek, ternyata keajaiban untuk tahun ini, setela dia mencapaikan keinginan saya... saat hari awalnya manis kami berjumpa dan kami berdua tertawa bersama dan sangat dekatnya kami, saat awalnya kami berjumpa, saya sangat terkejud dikarnakan ada seorang cewek yang ada disini dengan muka yang geram dengan kata-kata, wany ternyata ada mepunyai cewek istimewa ada dekatnya, tidak apa de! Saya menganggap itu hanya iklan yang lewat, dan kami berfoto sama-sama itu lah hal yang sangat termanis dalam momen sama dia dan mebuat hatiku senang,

Esokan hari nya masih sama seperti sebelumnya esokan harinya lagi dia sangat membuat saya terkesan, berjalan bareng, tawa bareng dan dia meperlakukan diriku sangat mesrah, dan kami berdua duduk bersama sampai pagi layaknya pacaran yang sangat mesrah, pernah terlintas dari pikiranku dan yang saya takutin bisa jadi gambaran kedekatan kami yang mesra yang dapat menimbulkan cinta atau itu cuman pirasat saya saja,

Saat 17 Agustus itu hari yang sangat menyenangkan bagi semua orang karna itu hari kebanggaan semua orang akan tetapi perbedaan bagi saya dan wany, hari ini mempunya banyak kisahnya, dan kami menjadi pacaran, tetapi sebelum usai saya menghirup wanginya bunga cinta tidak lama bersinar, tidak disangka ada nya musibah yang menguji soal percintaan kami,



Untung saja wina tetap nyaman di dekat kami berdua, sampai kebahagian akan menuju ke arah hubungan kami berdua, saat ini saya inigin menjadi seperti bunga – bunga di taman hati dalam dirinya, saya ini bersandar di punggungnya  di bawah pohon – pohon yang membuat sejuk dan ada terucapkan perjanjian penuh berharap agar tetap bersama dalam menjalanin hubungan cinta indah ini,

Saya berharap sekali dirinya paham dengan apa yang pernah dirinya sakiti dan di abaikan olehnya saya berharap jadi yang berarti di hatinya dan jangan buat aku menangis dalam percintaan kita ini, rawat la saya demi dirinya dan menjaga dirinya buat percintaan kita,

Kamis, 19 Januari 2017

CERITA CINTA - Kata Maafku Sudah Terlambat

Perkenalkan saya dina, saya lahir dari keluarga yang bisa di bilang mapan tapi papa saya itu pria yang tidak memperdulikan kluarga sering juga menyakiti mamaku cukup tersakiti, dalam hidup kami tak ada rukun, hampir saban watku saya saat melihat waktu mama dan papa bertemu pasti berantam, dan dari saat situ saya sangat tidak suka mengenal cowok-cowok,




















Ada kemarin satu orang cowok dia suka dengan saya, cowok (Fernado) tapi aku selalu berpikiran bahwa yang nama cowok itu dapat menyakiti perasaan semua cewek aja, saat itu saya langsung menghindari dirinya, akan tetapi fernado tetap terus mengejar saya dia ingin membuktikan bahwa tidak semua cowok itu yang selalu menyakiti perasaan perempuan, akhirnya fernado dapat merubah pemikiran saya yang membenci cowok, dan dia mampu membuat saya jatuh cinta pada dirinya karna itu saya menyayangi dirinya,

Setiap waktu berjalan rasa sayangku untuk dirinya bertambah karna dia sering mengerjakan hal hal yang sangat  romantis buat diri saya, sampai saat- saat terindah saya dan fernado melangsungkan status pacaran kami, yang sudah bejalan satu tahun setengah kami lewatkan bersama penuh keromantisan,

Saat itu tiba-tiba semakin hari saya ada rasanya jenuh dan sehingga saya menyukai laki-laki yang baru, laki-laki itu (wawan), saat kemarinnya saya selalu pergi bareng fernado saat ini saya tidak ingin pergi bareng fernado, saat itu saya berjalan bersama wawan, waktu itu pas saya berjalan dengan wawan tak saya sadar si fernado ada di daerah yang sama dan saat itu fernado berpindah tempay lain dan kayaknya dia di nampak saya, saat itu saya tidak kawatir.


Padan saat pagi nya saya mau pergi kesekolah akan tetapi saya tidak ada kelihatan fernando yang dengar dari kawan-kawannya fernando sudah tidak bersekolah di sekolah ini lagi, dia ada nitip amlplop yang berisi surat untuk saya, isi dari surat itu :
Sayang Dina

Saya akan terus menyayangimu setulus hatiku, ada kah aku berbuat salah sampai kamu tega menghianati cintaku? Setiap beritaku buat kamu tidak kamu blaskan, aku tidak tahu apa yang saat ini kamu inginkan ? apa sudah ada cowok lain yang sudah kamu sembunyakan dari aku ? yakinlah, meski pun itu membuat jadi masalah kita aku akan selalu menyayangimu, muda-mudahan hubungan kamu dengan cowok pilihan kamu berjalan dengan baik dan kamu bahagia di buatnya, Makasih sudah membahagikan hari-hari saya selama ini.


Kalau saya tidak lagi disini kamu pasti bisa bahagia sama cowok yang kamu pilih, akan tetapi saya tidak pernah melupakan kamu dari hatiku kamu tidak akan terhapus dari hati saya nyawaku seberapa yang kamu inginkan  dan kehadiranku sama ketiadaanku seberapa lama kamu inginkan.

Begitu tahannya fernado, begitu setianya fernando denganku, kenapa saya bisa membuat dia kecewa, kenpa saya tidak mensyukuri sudah mendapat orang yang tulus yang di kasih ke saya, sampai suatu hari saya menyadarinya kalau saya sudah menyakiti perasaanya, saya bertekat untuk nunggu dan mengharapkan dirinya kembali lagi bersamaku,



Selang dua tahun setenga fernado tidak datang juga sampai saya memberanikan diri ingin berjalan langsung kerumahnya, dan saat itu saya langsung berjumpa sama orangtuanya saat saya mendengar perkataan orangtuanya saya sangat kaget, ternyata dua tahun setengah ini dia tidak ada berpindah tempat sekolah, dan ternya dia terselapai si tempat tidur dan tak berdaya di rumah sakit, akan tetapi sudah tiada gunanya lagi.

Kini dia sudah meninggal dunia 5hari yang lalu lantaran fernado minyidap penyakit kanker otak yang sudah parah selama dua tahun setengah ini, dan ternyata sebelum dia pergi fernado sangat menantika kehadiran saya disisinya, tapi saya sangat bodoh tidak terpikir ini semua, saya benar-benar penuh penyesalan saya belum mengucapkan kata maaf buat fernado, aku sangat menyesalinya saya tidak dapat membahagiakan dia disaat hari-hari telakhirnya ada di dunia ini, saat ini kata kata maaf tidak ada gunanya semuanya sudah terlambat, saat ini saya hanya bisa menangis dan menyesali perbuatanku pada fernado,


>THE END<

Minggu, 15 Januari 2017

CERITA CINTA - Aku Masih Berarti Buat Dia




Cerita seorang wanita yang di perkosa oleh anak jalanan saat itu wanita itu sudah tinggal menunggu hari dan wanita itu akan menikah, saat kejadian itu membuat siok dan tidak tahu mau cemana wanita itu cara mengatakan pada calon suami. Lanjut ceritanya.


















Kejadian itu sudah hampi 2minggu yang lalu, saat itu terjadi padaku aku sangat pustasi dan mehilangkan masa depanku, kenapa bisa terjadi pada diriku “aarrhhkkk”, saat  aku tidak mau lagi memikiri kejadian bejat itu,  kejadian itu entah kenapa tidak hilang dalam pikiran aku ini. Saat ini yang aku lakukan hanya bersembunyi di dalam kamar tidak ingin keluar dari kami in, aku malu dengan keadaan aku ini.


Ahrrkkk, apa yang terjadi padaku saat ini membuat hidupku seakan hancur dan tak berarati lagi, mengapa orang-orang itu tega membuat aku seperti ini, aku hanya menangis dan terus menangis karna mengingat kejadian yang menimpa aku, aku merasa najis liat diriku sendiri, aku masih muka-muka orang yang membuatku hancur seperti ini, saat mereka membawa aku di suatu gubuk yang kosong dan mereka mereka memegangku sampai aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi danaku tak sadarkan diri saat aku, yang aku ing saat itu mereka mengoyakkan pakaianku aku mencobak melawan tapi tak ada gunanya karna mereka 3orang.


Mereka sangat tidak mempunyai hati nurani aku menangis memohon mereka sangat tidak memperdulikan nya, dan saat uku tersadar aku bahwa diriku sudah kotor. Dan aku masuk rumah sakit karna teromaku, dan mamaku datang kesana dan mamaku sudah tau apa yg terjadi dengan diriku, dan saat ibu menemuiku dan memeluku sambil menagis dan membisikan padaku harus sabar menghadapi yang terjadi, aku terus menangis dan menagis karna kejadian yang menimpa aku.


Kenapa di saat tinggal tinggal tunggu hari hal bejat ini terjadi pada diriku, saat aku tiduran di kamar masuk telpon dari bang yono yang akan jadi suamiku nanti, saya masih belum bisa mensetabilkan diriku dan aku mengabaikan telpon dari bang yono, dia terus menelponku dan telakhir aku mengakat tlpon dari bang yono, bang yono menanyakan “kamu baik-baik saja” aku menjawab “aku baik-baik aja bang” bang yono masih kurang yakin dan bang yono tahu aku tidak seperti biasanya, aku tidak ada berkata apa-apa kepada bang yono, aku sangat najis sama diriku sendiri.

“Ine.. kamu lagi ada masalah apa,” ucap bang yono kepadaku, aku tidak ada berkata apapun itu karna aku tidak tahu apa yang haruas aku katakan padan bang yono, aku ingin triak sekuat-kuatnya aku tidak suka dengan diriku saat ini “aaarrrrrkkkk”.

Aku mematikan telpon dari bang yono, dalam hati aku berkata meminta maaf pada bang yono kerna aku tidak ingin mebuat kamu sakit hati karna kejadian yang aku alamin saat ini, ternyata kejadian yang aku alamin sudah tersebar kemana-mana sampai masuk berita dan calon mertuaku juga mengetahui kejadian itu, dan calon mertuaku datang kerumahku untuk membatalkan pernikahanku gendan anaknya bang yono, saat itu aku menagis karna hubungan aku yang sudah mencapai membangun keluarga kecil, 


Saat itu aku sama sekali tidak ada keluar kamar dan aku terdengar kalau ibuku sedang menangis  aku tak rela melihat ibuku menangis dan aku pun tidak tau mau berbuat apa-apa dan saat calon mertuaku pergi aku menemui ibuku dan aku meminta maaf pada ibuku karna kesalahan aku ini membuat ibuku bersedih dan “aku mencoba  menenakan hati ibuku bahwa ini suda takdir yang aku alami ini aku sudah iklas menerimanya bu,  ibu jangan bawak pikiran lagi ya, meski sebenar nya aku saat ini sedang hancur hati ini  akan tetapi ingin membuat ibu tidak bersedih lagi aku berusah tidak sedih di hadapanya,





Setela selesai berbicara pada ibuku, aku pun kembali kemarku dan saat itu bang yono menelpon aku, dan saat itu aku harus bisa menahan apa yang di katakan pada bang yono, karna saat ini pun aku sudah kotor tidak mungkin bang yono mau menerima diriku lagi,

Aku pun mengkat telpon dan bang yono mengatakan “ Ine mengapa kamu enggak mengatakan ke saya yang sedang kamu alami saat ini,”ucap bang yono, aku pikir bang yono ingin memutisi hubungan ini, aku jawab, “untuk apa bang ?” “maafkan ibuku ya ine, sayangat menyayanginmu, aku tidak memikirkan apa yang sudah terjadi, saya menerima kamu apa adanya, saya kemungkinan lusa sudah pulang,” itu ucapan ban yono dan mematikan telponnya, dan setela itu aku menangis karna bahgia dan terus menangis ternyata bang yono masih ingin bersamaku,

Besok nya bang yono langsung kerumah, dan menjumpai ibu dan minta maaf, dan bang yono nunduk di hadapan ibu dan saat itu ibuku meneteskan air mata bahagia, dan saat itu menangis lagi karna aku bahagia bisa mendapakan calon suami seperti itu. Dan saa itu bang yono melihat aku sedang bediri di pintu kamarku, dan bang yono langsung menghampiriku dia penampilan keren, saat itu ada terlintas di pikiran bahwa aku ini sudah kotor tidak mungkin bersamanya saat bang yono sudah dia hadapanku air mata yang mengalir dihapus dengan tangannya,

Bang yono pun memeluk diriku aku sangat meresa nyaman dan tenang ada pelukkannya  dan saat bang yono memelukku iya mengatakan “saya tetap ada selalu untuk kamu sayangku.” Saat aku mendengar ucapan itu aku merasakan kesenangan hatiku mulai tenang, dan siap dia memelukku dan melihat air mataku masih mengalir dan iya menghapusnya “saya tidak ingin kamu menangis karna kesediha tapi saya mau kamu menangis karna kebahagiaan bersama,” aku pun mulai tersenyum manis pada calon suamiku,

“aku beruntung sekali bisa mempunya calon sumia seperti kamu, aku akan tetap selalu menyayangimu” kataanku pada bang yono, dan kami bisa menikah juga, calon mertuaku pun sudah bisa terima aku kembali dan aku sangat senang sekali dan air mata keluar lagi itu adalah air mata kebahagiaan,
Kami pun saat ini sudah hidup bersama dan berbahagi, aku akan selalu menurut pada suamiku,

>THE END<

Kamis, 12 Januari 2017

CERITA CINTA - Mengucapkan Cinta Saat Terakhir Kali

Saya suka denganmu, meski kamu tidak menyadari itu, dan namun saya bisa sekedar mempehati kamu  dari jarak yang jauh, tapi sampai saat ini saya masih belum berani ukapkan apa yang saya rasakan sama kamu.



























Saya letakkan origami hati ke lokakarya kamu, saya menatap lengket lokakarya punya kamu.. terhirup harumnya kamu, jika saja kata hati ini terlebih colok bibirku... jelas tidak ada yang terngatung seperit saat ini kurasakan.

“huy , cara kamu makin mantap saja andri”
“apa , kamu menguji apa ngejek ini? Ringkes”
Saat dia kemari,

Saya tutup lagi lokakaryanya dan saya cari tempat agar dia tidak melihat saya, saat itu  saya melihat ada 2orang yang ingin datang ketemapat  lokakaryanya sendiri, sangat jelas saya melihat itu, andri sangat serius memperhatikan origami hati itu dan dia buka origami itu.

Dan saya mencoba pergi, dan bersenyum. Moga di mengetahui apa yang aku rasakan saat ini,
Berhubung ada tetakat kecil, saya mau mngatakan apa yang ada didalam hati saya saat ini.
Saya nenanti dan menanti sampai dia ke tempat ini, tempa saya menunggu bus. 

Saya senyum sendiri saat saya ingat ada kenangan ada di tempat ini, pas saya tersandung disini dan dia yang tolong saya dia mengulurkan tangan untuk membantu saya bangkit, waktu dia sedang beli eskrim untuk anak kecil yang sedang menangis karna balon yang di pegang terlepas dari tangannya, pastinya itu kenangan baik,.. sampai saya tidak dapat menghilakannya.




Kesini kah dia nanti ? semoga dia sesinin.
Saat itu aku sudah mempersiakan hadia buat dia yaitu coklat untuk dia,  saya lihat kotak coklat ini dan saya bisa bahagia saat melihat kotak coklat itu, kegembiraanku hilang saat tetesan dara yang keluar dari hidungku mengenai kotak coklat tersebut, saat-saat gini hidung saya keluar darah?

Saya langsung menghapus darah itu dihidungku, dan saya berusaha mengehentikan darah yang kluar dari hidungku, saat saya ingin mencari obat yang biasa saya minum di tas saya tiba-tiba penglihatan menjadi gelap, dan coklat yang saat ini yang ada di tangan itu jatuh.

Saya terus menanhan badan untuk tetap berdiri, taoi aku tidak sanggup, Vonis dokter 3bulan sebelumnya bisa membuatku senang, sungguh bertahan hidupku sampai saat ini,
Saat saya sudah tidak bisa menahan tubuhku dari belakang saya saat sudah mau terjatuh
“Hey”
Saya sangat kenal dengan harum ini, seperti harumnya andri, saya mencoba melihat arahnya keadaanku meski penglihatanku masih gelap. “gimana keadaan kamu?” dia mengambil hp saya dari kantong saya



dan dia ingin telpon ambulan, saat itu saya nyuruh tidak uda telpon ambulan dan menahan tangannya, 

“jangan”

“saat ini keadaan kamu sedang tidak baik”

“saya enggak apa-apa saya masih bisa, maaf kalau saya ketemu dengan kamu kedaan saya kayak gini”

“kamu tidak perlu berbicara seperti itu, sekarang kita pergi kerumah sakit”
Pada saat dia ingin membawaku kerumaha sakit saya ucapkan isi hati saya selama ini saya pendam,

“saya suka sama kamu dan itu isi hati saya selama ini kekamu”

Pada saat sudah terucap perkataan itu, mata saya mulai terpejam, tubuh samakin melemah dan tak berdaya dan saat itu saya merasakan adanya tes-tesan air mata yang jatuh di pipi saya. Dan saya mendengar suara andri.

“hey, bangun”

“Saat itu   memegannya dengan erat dan aku tertidur, tertidur untuk selamanya.”

*>SELESAI<*

Minggu, 06 November 2016

Cerita Cinta Sedih Patah Hati Penantian Panjang

Terpesona, ya aku begitu terpesona padanya...
melihat senyumnya, tatapan matanya, tutur katanya.....
semuanya, semua yang ada padanya membuatku terpesona,
begitu mengagumkan !!
Inikah yang dinamakan aku sedang kasmaran??
Jatuh cintakan aku pada dirinya?
Oh Tuhan........ aku tak mengerti, aku tak tahu apakah ini yang namanya cinta
Yang aku tahu... saat ini aku memujanya!

















Aku Kirana, salah seorang siswi di sebuah sekolah menengah pertama yang terkemuka di kota ku, ini adalah tahun ke-2 ku di sini, dengan kata lain sekarang aku sedang duduk di bangku kelas VIII atau kelas 2 SMP. Aku bukan siswi yang populer, aku tidak cantik, tidak kaya, tidak pintar dan bukan seorang bintang sekolah, tapi.... ini adalah KISAH ku !!

Tahun pertama ku di sekolah ini kurasakan biasa-biasa saja, tak ada cerita menarik, tak ada pengalaman yang berbeda dari biasanya dan tak ada hal-hal istimewa yang ku pelajari, semuanya berjalan sesuai alur waktu, mengalir seperti air, tak ada hambatan dan tak ada masalah. Untuk sesaat aku menikmati kebiasaan ku, karena bagi ku aku bukan orang yang istimewa, jadi tak akan ada sesuatu yang istimewa dalam hidupku...

Tapi... di tahun ke-2.... awal cerita ku,

“Anak-anak, hari ini ada murid baru yang akan masuk di kelas kita dan akan belajar bersama kalian di kelas ini mulai hari ini” ucap bu Nurma, wali kelas ku.

“Ibu harap kalian bisa menjadi teman yang baik dan saling menghargai” lanjut beliau

“iya bu guru....” riuh jawaban dari teman-teman se-kelas ku

“Dika, perkenalkan dirimu, baru setelah itu kamu mengisi bangku yang kosong sebelah sana” kata bu Nurma sambil menunjukkan bangku yang akan ditempati oleh si murid baru

“Baik bu’” angguknya pada bu Nurma dan melanjutkan “Nama ku Andika Nugraha, panggil aja Dika, aku pindahan dari Surabaya, mohon kerjasamanya”

“Ia, slamat datang Dika, semoga kamu betah disini” jawab si Haris ketua kelas ku

Itulah crita singkat awal kedatangannya, hari-hari terus berlalu, baru 1 minggu Dika di sekolah ini dia sudah menjadi buah bibir anak-anak satu sekolahan. Untuk sejenak aku tak peduli dengan apa yang mereka bicarakan, meski mereka bilang cakep, pintar, baik dan lain sebagainya tentang dia, tapi aku tetap tak peduli, untuk apa?? Toh bagi ku tetap semuanya terasa biasa saja.
****
 
Pada saat pelajaran keterampilan, kami diberi tugas kelompok untuk di kerjakan bersama kelompok masing-masing, dan ketika pembagian kelompok, nama ku dan nama Dika berada pada kelompok yang sama, aku tak kaget, toh itu biasa aja....

“Kita akan berkumpul di rumah Linda untuk mengerjakan tugas ini, gimana? Setuju gak?” Ucap sang ketua kelompok. Dan semua menyetujui

“ok, semua sepakat, kita akan mengerjakan tugas hari ini, jam 4 sore sampai selesai” lanjutnya lagi.

Hampir 3 jam kami mengerjakan tugas kelompok kami, namun belum juga selesai, waktu sudah menunjukkan jam 6 kurang 15 menit....

“Gimana kalau tugas ini kita lanjutkan besok saja? Ini sudah hampir magrib, kita harus bubar” tiba-tiba suara itu memecah keheningan kami, suaranya Dika.

Dan untuk pertama kalinya aku kaget mendengar suaranya, dan saat itu aku mulai memperhatikannya...

3 hari akhirnya tugas yang kami buat selesai, dan tiba saatnya untuk dikumpulkan dan mempresentasikannya. Aku dan Dika mendapat tugas untuk mempresentasikannya, menjelaskan apa yang kami buat dan apa kegunaannya.

Sejak saat itu Aku dan Dika semakin akrab, aku mulai merasa nyaman bersamanya, aku suka cara bicaranya, aku kagum dengan cara berpikirnya, dan aku terpesona melihat senyumannya...
****
 
Setiap pagi datang ke sekolah, orang yang pertama aku temui adalah Dika, begitupun sebaliknya Dika selalu datang menyapa ku sebelum ia ke bangku tempat duduknya. Dan kami menjadi sahabat. Sebagai sahabat, dika sangat perhatian pada ku, ia selalu mengajakku ke kantin bersama, pulang bareng, belajar bersama, bahkan ia selalu bertanya tentang tugas atau PR-PR ku, seperti hari ini...

“Ran, PR matematika mu sudah dikerjakan?” tanya Dika, karna dia tau betul kalau aku paling jarang ngerjain PR.

“udah sih Dik, tapi baru sebagian, karena aku gak tahu cara nyelesaiinnya...” jawabku polos saja

“Ya udah, nih salin aja punya ku, mumpung bel masuk belum berdering, ntar kamu kena hukuman lagi lho...” godanya sambil tersenyum dan menyodorkan buku PR-nya pada ku

Tak tunggu lama, aku langsung menyambar buku PR-nya “makasih ya Dik, kamu memang sahabatku yang super super baik, hahaha” balas ku menggodanya.

Perhatian Dika memang sangat luar biasa bagi ku, aku merasa dia lebih dari sahabat, meski aku tahu dimatanya aku hanyalah sahabat, dan akan selalu menjadi sahabat. Tapi bagi ku caranya memperhatikan ku lebih dari segalanya, bahkan orang tua ku tak pernah memberikan aku perhatian sebesar ini....

“Sibuk banget Ran, ngapain sih? Ini udah jam istrahat lho?” ucap Dika membuat ku kaget

“Oh, ini aku harus ngerjain tugas buat di kumpul selepas istrahat” jawab ku

“Mangnya masih banyak ya? Kita ke kantin dulu yuk...” ajak nya

“Maaf Dik, ne masih banyak, aku harus segera menyelesaikannya” jawab ku lagi

“Ya udah, aku ke kantin dulu ya, laperrrr, hehehe” katanya sambil nyengir

“Ia” jawab ku singkat

Beberapa menit kemudian, lagi-lagi Dika membuat ku kaget, Ia meletakkan satu botol minuman dingin dan sebungkus makanan ringan di meja ku...

“Minum dulu, kamu pasti haus, dari tadi kepanasan dalam kelas” katanya sambil tersenyum manis
Aku terpaku, aku menatapnya dalam dan sangat dalam, aku terpesona dengan kebaikannya, dengan perhatiannya....

“Kamu kenapa Ran? Kesambet ya?” tanyanya heran melihat tingkah ku yang aneh

Untuk sejenak aku tak menjawab, aku hanya tersenyum padanya dan berkata “Makasih banyak ya Dik...” hanya itu yang bisa ku katakan, seakan bibir ini tak mampu lagi mengucapkan kata-kata.

Bagi ku Dika sangat luar biasa, dia selalu membuatku kagum, dia mampu memberikan perhatian yang tak pernah aku dapatkan dari siapa pun, membuat perasaan ku berubah. Entahlah... apa yang aku rasakan, debaran ini, pesona itu... membuatku merasa berbeda, aku belum mengerti perasaan ini. Dan yang membuat aku benar-benar terhanyut saat itu, saat ia memberi ku kejutan di hari ulang tahun ku...

“Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday Kirana, happy birthday to you....” Dika menyenyikan lagu itu dibelakang ku sambil memegang sebuah kado mungil berwarna jingga.

Saat itu masih pagi, sebelum bel masuk kelas berbunyi, tanpa aku sadari Dika berdiri dibelakangku dan menyanyikan lagu itu, untuk hari kelahiran ku.

Aku berbalik segera saat aku mendengar suaranya, aku tak mampu berkata apa-apa, aku terharu... air mata ku mengalir dengan sendirinya. Untuk sepanjang hidup ku, baru kali ini ada yang memberi ku kejutan di hari ulang tahun ku. Aku benar-benar terharu....

“Kok nangis? Slamat ulang tahun ya, semoga yang terbaik selalu bersama mu” ucapnya tersenyum sambil menyodorkan bingkisan mungil yang ada ditangannya.

Aku semakin terharu, air mata ku semakin deras mengalir.... Dan tak peduli dengan sekitar ku, aku langsung memeluk Dika...

“Ran, kamu kenapa? Ini kan hari bahagia mu, kenapa kamu menangis?” tanya nya lagi

Aku yakin, tak hanya Dika, teman-teman yang lain pun heran melihat kejadian ini, tapi jujur saja, aku tak bisa menahan air mata ini, aku sangat terharu dan senang dengan apa yang terjadi saat ini.

“Aku terharu Dik, karna aku sangat-sangat bahagia untuk semua ini” kata ku sambil menatap dalam matanya

“Selama ini, jangankan untuk memberi kejutan, mengingat hari ulang tahun ku saja tak ada, tak satu pun peduli” lanjut ku dengan deraian air mata

“Ya sudahlah, jangan nangis, hapus air matamu dan buka lah kado dari ku” kata Dika sambil mengusap air mata ku dengan ibu jarinya

“ini air mata bahagia Dik” kata ku sambil tersenyum

“Aku tahu kok” jawabnya dengan senyuman

Aku membuka hadiah mungil yang diberikan oleh Dika, aku senang, isinya sebuah jam tangan berwarna pink dengan gambar Hello kitty kesukaan ku

“Makasih banyak ya Dik, ini sangat istimewa” kata ku memperlihatkan kado yang ia berikan

“Sama-sama Ran, ini aku berikan biar kamu tidak terlambat lagi ke sekolah, hehee” katanya sambil tertawa kecil
****

Hari-hari terus berganti, bulan pun berlalu, hingga waktu terasa berjalan begitu cepat. Dika kini menjadi bintang di sekolah, dia pun semakin populer, dengan keramahan dan kecerdasannya. Jangan kan murid-murid, guru-guru pun senang kepadanya. 

Semakin banyak yang mengaguminya dan semakin banyak pula cewek-cewek yang mendekatinya. Ya... aku akui kalau dia memang pintar, cerdas dan baik hati, tak heran jika dia menjadi begitu populer, ditambah lagi dengan wajah yang tampan dan senyuman yang begitu menawan....

Semakin sering bertemu, semakin lama bersama, semakin aku tak mengeti dengan perasaan hati ku ini, aku tak tahu, kenapa akhir-akhir ini ada perasaan berbeda yang berkecamuk dalam hati ku, ada sesuatu yang tak bisa ku jelaskan, ada getaran aneh yang mengaliri seluruh tubuhku saat ku berada di dekatnya, ketika aku melihat senyumnya aku terpesona!! Dan ini tidak seperti biasanya...

“Aku menyukainya lebih dari sahabat, ya! Aku mencintainya” guman ku

“Tapi bolehkah aku mencintainya? Mungkinkan ia merasakan hal yang sama?” pikiranku kembali mengganggu ku

“Aku mencintainya dan aku ingin menyatakannya” pikir ku

“tapi bagaimana kalau dia menolakku? Atau dia menertawakan ku? Atau bahkan persahabatan ini jadi kacau gara-gara perasaan ku?” ahh... ini benar-benar mengganggu ku.

Belum juga sempat aku berfikir untuk mengungkapkan perasaan hati ku, aku sudah mendengar gosip-gosip bahwa Dika kini pacaran dengan Murni gadis yang dikenal paling cantik disekolahan...

“Boommmm” hancur lebur hati ku bagaikan terkena gempa ribuan skala rihter.

“aku kecewa, aku sakitttt....” tangis ku dalam hati, aku patah hati sendiri, tapi aku tetap mencintainya

Waktu terus berlalu, tahun pun berganti, kini aku dan dika semakin jarang ngobrol, jarang bertemu, meski kami berada dalam satu kelas, namun terasa jauh.... karena kini ia telah melabuhkan hatinya dan banyak menghabiskan waktunya bersama gadis yang menjadi kekasihnya.

Waktu untuk ku? Tak ada lagi, tiap hari Cuma sebatas “say Hallo” atau hanya sebuah senyuman saat kami berpapasan. Aku sedihhhhh...... dan ini tidak biasa.

“Dika dan Murni, pasangan yang serasi, lalu aku...??? Aku bagaimana?” guman ku

“Hati ini telah terpesona, hati ini telah penuh oleh dirimu, tapi kamu tak mengerti” tangis ku sendiri...

“Perih hati ini, hancur perasaan ini, dia memang lebih segalanya dari ku, dia memang lebih pantas bersama dengan mu, tapi hati ku tak bisa menerimanya” ocehanku sendiri, hanya bisa meratapi kelemahan ku, tak ada yang istimewa, aku hanya gadis biasa...

Aku larut dalam kesedihan panjang, aku kembali seperti biasa sebelum bertemu dika, meski perih menyayat hati, aku sadar aku hanya biasa, tapi cinta ku... Luar biasa.

Sampai akhirnya Dika kembali ke kotanya... pergi dan tak kembali lagi, membawa sedih ku, membawa duka ku dan juga membawa hati ku. Meski kamu tak pernah tau aku mencintaimu, tapi hati ku telah pergi bersama mu...

“Kini kau pergi semakin jauh, sekali lagi aku patah hati tanpa kau tahu” tangis ku lirih

“Kepergian mu menambah luka ku, membawa hati ku, dan lagi-lagi kau tak tahu, hiks hiks...” masih menangis ku dalam kesendirian, tanpa ada yang tahu... hati ku terluka, hati ku tlah pergi, namun aku selalu mencintainya.

Aku tetap mencintaimu Dika, sampai kini... belasan tahun tlah berlalu, tapi hati ku tetap memilih mu. Aku telah tenggelam dalam lautan cintaku untuk mu dan penantian panjang ini.... hanya untuk mu!!

Sabtu, 05 November 2016

CERITA Romantis - Cinta Sejati

Cinta sejati. Apakah kalian percaya akan itu? Akan "Cinta Sejati" yang konon katanya dimiliki oleh semua orang? Cinta yang katanya sangat indah dan menyenangkan? Mitos cinta sejati yang terus menerus melolong dihatiku.


















Kupandangi bingkai biru di tepi tempat tidurku. Aku tersenyum menatap benda yang ada didalam bingkai itu.

Bukan sebuah foto ataupun lukisan. Hanya sebuah kertas lusuh. Kertas catatan PKN yang aku robek dari buku miliknya 2 tahun lalu saat perpisahan SMP. Dia sama sekali tidak tahu aku merobek buku catatanya. Bahkan, mungkin dia tidak mengenalku. Aku hanya satu dari ratusan penggemarnya di sekolah.


Dia bukan artis. Dia adalah siswa tampan dan cerdas di sekolahku. Dia kaya dan pintar dalam bidang olahraga. Sifatnya yang cuek justru menjadi daya tarik bagi para kaum hawa, termasuk aku. Tapi, bisa dibilang, aku tidak terlalu menunjukkan diri bahwa aku menyukainya.

Terbukti. Aku tidak pernah menyapa ataupun menegurnya. Aku menyukainya lewat diam.

Bahkan, robekan catatan PKN itu aku ambil diam- diam untuk kenang- kenanganku karena aku tahu dia akan melanjutkan study ke L.A.

Aku kembali tersenyum manis saat melihat robekan catatan itu. Orang bilang, apapun itu, jika memang jodoh, maka dia akan kembali lagi dan lagi. Dan aku percaya dia akan kembali kulihat.

Aku mengeluarkan kertas itu dari bingkainya. Kupeluk- peluk dan kubelai. Ku ajak tertawa dan tersenyum.

Gila. Konyol memang. Setelah puas dengan kegiatanku itu, aku meletakkan kertas itu di atas meja belajarku. Dan...
Syuuuut...

Angin bertiup menerbangkan kertas kenangan itu keluar jendela dan jatuh dipekarangan. Dengan sigap aku keluar rumah dan mengejar kertas itu. Itu adalah satu- satunya milikku yang mampu membuatku mengingatnya.

Saat aku hampir mendapatkanya, angin kembali meniupnya menjauhiku. Argh! Angin ini! Batinku kesal.

Aku kembali mengejar kertas itu. Dan saat aku hampir mendapatkannya kembali...
"Argh!! Sial banget sih?! Malah keinjek lagi!" seruku kesal saat tahu kertas itu di injak seseorang. Orang itu mengambil kertas yang ada di injakannya itu.

Aku masih menatap jalanan berdebu dengan kesal.
"Jadi, daritadi kamu ngejar kertas ini ya?" ucap orang itu. Suara bariton yang ku kenal. Ku tengadahkan kepalaku menatap wajah dari si pemilik suara.

DEG!!!
Di... Diakan? Diakan pemilik kertas itu sebenarnya? Vigo. Cowok tampan, keren dan pintar itu... Bagaimana bisa?

Ma... af. Aku ngerobek kertas itu...."
"gapapa kok Dina. Beneran deh gapapa. Karena, aku juga udah foto kamu diam- diam waktu itu." akunya padaku. Dia... Tau namaku?
"foto?! Diem- diem?"
"Lebih baik, kita nostalgianya ditaman aja deh." ucapnya sambil menarik tanganku ke taman.


Aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Fotoku ada dalam dompet Vigo?
"Aku dulu suka banget sama kamu Dina. Karena, kamu itu satu- satunya cewek yang gak pernah negur aku. Kamu cuek dan aku suka itu." ucapnya sambil tersenyum.
"
Dulu, aku berharap bisa kenal dan pacaran sama kamu. Tapi, dekat kamu aja aku udah gemetaran, apalagi ngobrol sama kamu..." ucap Vigo lagi. Lalu dia menatap robekan kertas itu.

Aku tau kok, kamu ngerobek kertas ini. Cuma aku pura- pura gatau aja. Aku seneng banget waktu kamu robek kertas ini. Karena itu artinya, kamu juga suka sama aku. Iyakan?" ucapnya yang membuatku tersipu malu.

Ikh... Kok diem aja?" ujarnya sambil mencubit pipiku pelan.
"aku bingung mau ngomong apa..."

Kamu percaya mitos True Love gak?"
"True Love? Emang ada?" tanyaku.
"mulanya, aku juga gak percaya. Tapi malem ini aku percaya. True Love aku udah aku temuin lagi. Aku suka kamu." ucapnya sambil natap bintang.
"udah jam 12 belom?" tanyanya.
"udah. Udah jam 12 tepat."
"Happy Birthday Dina :). Will you be My True Love?"

Apakah dia menyatakan perasaannya. Tanpa sadar, aku mengucapkan
"yes. I will."


Percaya atau tidak, itulah faktanya. Cinta Sejati akan datang. Sejauh dan sesulit apapun, Cinta Sejati akan mencari jalan lagi dan lagi untuk kita temukan. :)

CERITA- Kisah nyata Cerita tentang Cinta sejati yang berakhir sedih

Àdit begitulah nama anak remaja yang bernama lengkap Aditya saputra ini, sudah 4 tahun dia menjalani hubungan bersama kekasih nya putri {putrie pabella}..
Hubungan yang begitu romantiss, harmonis, damai ,tentram , penuh ketulusan dan senyum kebahagiaan diantara mereka.. mereka masih pelajar di salah satu universitas tarnama di pulau BATAM, di kampusnya, adit dikenal sebagai anak laki-laki yang periang dan penuh keusilan terhadap teman teman nya.. dibalik semua keusilannya sifat adit jauh berbeda terhadap putri kekasih nya itu. Adit begitu sopan dan penuh kesabaran menghadapi keegoisan kekasih nya,, karna adit begitu tulus mencintai kekasihnya itu..
















baginya tidak ada seorang wanita manapun yang sanggup membuat dia tersenyum  dalam menjalani kehidupan ini”

setiap hari adit selalu menunggu putri di depan pintu gerbang kampus untuk mengantarkannya pulang.. sampai pada hari itu adit mendapat tugas menjadi panitia ospek di kmpus..Waktu itu sekitar jam 14.45 wib, adit dengan maksud mau minta ma’af, menelfon kekasih nya putri…….

Putri      : dengan lembut menjawab telfon dari adit.!! Hallo dit…..!!
Adit    : halo jg cynk.. maaf ea yank tadi aq dapat tugas dari pak ronal menjadi kakak pembimbing ospek di kampus q… jdi gk sempat jemput kamu.. gak papa kan,,??
Putri     : iya gak papa kok yank. (dengn jawaban sedikit kecewa )
Adit    : terus tadi kamu plg sama siapa ???
Putri     : sendirian aja kok yank!!
Adit    :  tadi sewaktu aq dijalan pulang aku liat cewek boncengan dengan cowok pake motor. N mereka mesra banget.. Itu kamu atau cuma perasaan aq aja yah??? Tanya adit krna bingung.
Putri      : knp kamu gk percaya gitu sih am q???  kan dah ku bilang aq plg gk sama siapa2, dan plg kuliah tdi aq gk ada keluyuran kok….. (menjawab dengan nada tinggi)
Adit     :syukurlah kalo ternyata begitu.( jawab  adit dgn hati yg masih penuh tanda Tanya {?}
Putri      :dengar ya aq tu paling gk suka dituduh2 yg enggak2..  apalagi ma kamu.
Adit    : koq kamu udh mulai kasar gini ma aq yank.? Klo bkn  kamu ya udah sih, Aku kan cm tanya baik2 ma km? Knp jwaban nya harus kek gitu.. aq ini cwo km. Bkn TKI loh yank.. jawab adit karna mau ngibur kekasih nya itu..
Putri      : terserah kamu aja. Gak penting.. tutt.,, tutt,, tuutt
telvon pun terputus begitu saja.

°^°^°^°^°^°^°^°°°^°^°^°^°^°^°^°^°^°^°^°^°^°^

Putri yg begitu perhatian.. tiba2 brubah smenjak itu. Putri jadi cuex dan terkesan gk peduli lagi ma hubungan mereka.
(Jelas saja putri brubah, Krna dia telah menemukan cwok yg mempunyai  materi lebih dri pada adit. )
Sampai2 putri pun telah lupa dengan hubungan mereka.  Hingga pada tnggal 16 januari, hari itu adalah hari yg d tnggu adit karna kekasih nya berulang tahun pada hari itu.
Adit bermaksud ingin memberi kejutan pada pitri,
Adit pun datng ke rumah putri tanpa memberi tau nya terlebih dahulu, sampai di rumah putri, dari kejauahan tampak seorang pemuda tampan sedang bercanda mesra dgn kekasih nya itu. “ah. Aq gk mau ada salah paham, plingan itu sepupu nya putri (tegas adit dlm hati ny) adit dngn perasaaan bahagia dan dengan bermodalkan senyuman itu datang  menghampiri pintu depan rmh putri.

Adit            : assalamua’alaikum put,,,
Putri            : walaikumsalam…….. mau ngapain kamu kesini..?
cwok itu       : siapa dia put..?
Putri            : oh .. kenalin dia temen putri.. dit kenalin ini cwo baru ku..?
Adit            : tiba2 tubuh nya menjadi kaku lemah tak berdaya mendengar ucapan kekasih nya itu, bagai mana tidak diri nya yg masih menyandang status pacar putri tiba2 harus mendengar dan menyaksikan lansung kenyataan pahit dari kekasihnya sendiri, serentak adit pun menghembus napas panjang sambil mengucapkan “aq kesini cman mau ucapin slamat ulang tahun buat kamu put.. dan q sudah nyiapkan kejutan spesial,,, tp nanti disaat yg tepat baru kamu buka yah. Jangan sekarng..
Putri              : udahlah, gak usah sok perhatian ma aku… aku gak butuh perhatian kamu kok..!!
Cwo itu       : emg nya kamu siapa.? Pake ngatur2 dia segala.. aq ajj cwo nya gk pernah ngatur2 si putri.
Adit            : (dengan tampang kecewa) aku cuma teman biasa nya koq bang..ya sudah kalo begitu aku pulang yah put.. moga bahagia..

°^°^°^°^°^°^°^°^°^°^°

Hari pun berganti, gk terasa udah dua bulan berlalu.
Adit anak yg periang dan usil itu pun brubah drastis menjadi pendiam, dua minggu kemudian adit tidak muncul di kampus dan rumah nya pun terlihat sepi, Ternyata adit sudah 2 minggu dirawat di rumah sakit. Dalam setengah kesadarannya adit selalu memanggil nama putri.. putri… dan putri..(kekasihnya) hingga pada akhir nya orang tua adit bercerita kpd sohib nya yang bernama dinal tentang nama putri yg slalu dipanggil2 nya..

ayah    : nal, kamu tau tidak tentang nama putri yg slalu dipanggil adit.?? Tanya ayah kpd dinal.
dinal    : iya yah, aku tau tentang nama itu.. nanti aku coba telvon dia dan minta dia untuk kesini.
ayah    : baiklah nal, terimakasih.”

dinal adalah teman karib adit, apa pun dilakukannya demi kebahagiaan teman nya itu, adit sering curhat tentang putri,, dan dia memang takut kehilang putri..
” seraya ayah nya pun masuk ke ruangan tempat adit di rawat, terihat suasana haru disana dengan ibu dan ka2k cewe nya yg sedikit demi sedikit menjatuhkan butiran air mata ke lantai melihat adit lemah tak berdaya..

°^°^°^°^°

Siang itu juga dinal menelvon putri.

dinal   : halo put,,, kamu bisa ke rs gk put?? kalo perlu aku jemput kamu sekarang juga put..??
Putri     : duh nal. Aku kan ada les tambahan, emang siapa yang sakit.?. Tanya putri dengan bingung.
dinal  : kamu gak tau yah kalo adit udah 2 minggu di rawat di rumah sakit..
Putri    : serius lah kamu nal..!! tuh kan dari tadi pagi aku memang ada perasaan yang gk enak ma dia..
dinal  : aq serius put.. dua hari ini dia slalu menyebut nama kamu, cepat lah kamu kesini put..
Putri    : iya nal aku ke rs sekarang,,,,

dengan tampang ketakutan dia menuju rs sambil berdoa untuk adit yg melemah.
Putri pun berlari menuju kamar adit yg sudah tampak ayah dan keluarga besar adit beserta dinal du2k di luar menanti kedatangaannya..

Putri   : assalamuailaikum..
Adit : adit pun tersadar karna mendengar suara putri. wa’alaikumsalam,,,  kamu tau darimana aku disini put?
Putri   : dinal yg kasi kabar ma aku.. kamu sakit apa dit?? Kenapa km masuk rs gak bilang2 sama aku..
Adit  : ini cm penyakit  biasa kok put.. aku gk bilang krna aq gk mau ganggu kbahagiaan mu ..
Putri   : gak ko dit..km gak akan buat aku terganggu.. sambil memegang tangan adit  dengan erat.
Adit : aku cuman ingin kamu tau ,, kalo aku sangat mencintai mu.. bahkan aku relakan hati ku demi

kebahagian cinta mu.. “AKU MENCINTAIMU PUTRI” bahkan nanti, setelah aku pergi aku akan tetap mencintaimu. ( terang adit dengan suara yg begitu pelan )
Putri   : maaf kan aku ya dit?? Aku telah menghianati cinta kita, Aku khilaf dit.. ternyata cwo itu cuman berniat menyakiti aku,, menghancurkan hubungan kita,, selama ini aku tidak sadar kalo aku sudah punya kamu yg begitu tulus mencintai ku..

Adit ; aku  sudah memaafkan km kok put, aku cm ingin kamu tau kalo aku sangat menyayangi mu.. lalu adit pun menggam tangan putri begitu erat.
“ayah.. ibu .. kakak … panggil adit .. lalu mereka perlahan medekati adit..
iya sayang… jawab ibu nya,,
“hari ini adalah hari yg paling bahagia untuk ku.. karna aku bisa berkumpul dengan kalian orang yg sangat aku cintai..  dan jika nanti aku pergi jangan ada alasan untuk menangisi kepergian ku..

Putri    : kamu jngan ngomong gitu dit?? Kenapa ucapanmu aneh begitu??
Adit  : kurasa sudah sa’at nya kmu buka kado yg aku kasih buat km waktu itu.
Putri    : iya nanti pasti aku buka..
Adit     : aq sayang km put,, aq sayang ibu, ayah, kakak dan kamu nal.
Putri    : ea.. kami jg sangat menyayangi mu..
Adit  : tuhan terimakasih engkau telah mengabulkan do’a ku..
lalu perlahan mata nya mulai menutupi dunia sambil berkata.
” sampai kapan pun sayang ku kan slalu ada di hati mu. Karna nama ku terukir indah di hati mu yg terdalam“
Adit pun menghembuskan nafas terakhir nya sambil tersenyum.

Serentak  keluarga besar mulai bergelinangan air mata menyaksikan kepergian adit..
Putri : jangan tinggalkan aku dit.. bangun dit… bangun dong dit……. Aditttttttt……………
“ teriak putri sambil memeluk tubuh orang yg begitu dicintainya.
Ibu adit pun memeluk putri yg saat itu menangis histeris..
sudah lah nak,, adit sudah mendahului kita semua, kita do’a kan yg tebaik untuk nya..
sebenarnya adit mengidap penyakit kangker stadium akhir, doketer bilang seharusnya dia dapat bertahan 4 bulan lagi,

Tapi mendadak adit minta dipindah kan keruangan yang biasa saja, katanya ingin menghabiskan waktunya bersama orang orang yang dicintainya..   semoga adit di terima dengan layak di sisi tuhan nak.. tutur ibu sambil menangis tersedu sedu..
amiinn ya allah ya tuhann ku. {jawab keluarga besar adit yg betada di situ}

Tampak disana suasana haru menyrlimuti ruang rawat adit, begitu sulit melepas kepergiannya, begitu indah kenangan saat dia masih di sini.
sampai saat dimandikan dan saat adit dimakamkan dia slalu tersenyum menatap dunia..
Turut hadir keluarga besar putri kekasih nya menghadiri pemakaman adit. {suasana sedih pun tak terelakkan lagi }
°^°^°^°^°^°^
Satu mingggu kemudian setelah pemakaman adit, putri yg masih belum kuat untuk membuka kado itu akhir nya memberanikan diri untuk membuka nya, Ternyata kado itu sebuah cincin yg sangat diinginkan putri waktu jln di suatu mall bersama adit, serta sepucuk surat yg di tulis adit.
To : my love.

“TUHAN.. terimaksi enggkau telah memberikan bidadari yg begitu cantik untuk ku..
Terimakasi engkau telah mengajarkan arti cinta sejati kepada ku hingga saat nya nanti, sa’at engkau berkehendak lain..

Aku tidak akan meminta engkau menyembuh penyakitku, aku cuma ingin semua orang yg aku cintai hadirr dalam pelukanku.. kurasa semua itu sudah cukup.
Put,, belajar lah untuk selalu tersenyum kpd siapa pun put.. walau engkau begitu membencinya,karna senyum adalah awal dari kebahagian mu..
Walau raga ku terpisah dengan arwah ku.. namun cinta kukan tetap abadi untuk mu.
™putri aku mencintaimu™

Lalu putri pun  duduk  dilantai kamarnya sambil menangis berjam jam dengan penyesalan yg ia lakukan..makasih dit.. aku akan blajar tersenyum untuk mu dan org yg q cintai, dulu km yg slalu membuat qu tersenyum,begitu indah kenangan bersama mu,begitu sulit untuk ku menemukan pengganti mu,, namun kini ku kan slalu membuat mu tersenyum di alam sana, aku mencintaimu adit.. SELAMANYA.

THE END.

CERITA- TENTANG Perjuangan Cinta Sejati

Di bawah sinar bulan di malam hari yang gelap. Akankah matahari kelelahan dan sedang tidur lelap. Bulan menggantikannya sebagai penyinar bumi di tengah malam sunyi. Angin menerpa daun yang gugur dan bertebaran. Ku pusatkan sesuatu yang sedang ku pegang. Kenapa dia tak kunjung membalas sms ku? Ku cek sms yang lalu, sms itu dikirim saat jam 20.00 dan sekarang sudah pukul 20.27. Kenapa dia begitu lama membalas sms ku? Sesaat hati ini tenang saat melihat nama dia tertera di ponselku.
“Maaf, aku gak bisa balas sms kamu lagi..”


















Kenapa dia? Kok dia bilang seperti itu? Bukankah dia mengharapkan hubungan kita abadi?!
“Kamu kenapa ngomong gitu? Bukankah selama ini, kita berusaha mempertahankan hubungan kita?” Balas ku.
Dia membalas “Aku hanya ingin, kita sebagai teman, gak lebih..”
“Tapi kenapa? Apa aku punya salah sama kamu? Atau ada yang mengancam kamu?”
“Gak ada..”
“Tapi kenapa?”
“Mama aku yang ngelarang.. Mama aku malu..”
“Apa karena kita beda Derajat? Aku tau, kamu anak pengusaha kaya, sedangkan aku? Aku cuma anak karyawan biasa.. Tapi, kita udah janji pertahankan hubungan ini walaupun, orangtua kita gak ngerestuin…”
“Tapi, aku gak bisa ngehindar dari peraturan itu..”
“Ya sudah, bagaimana baiknya kamu aja..” Balasku mengalah
“Aku yakin, kita pasti akan bertemu lagi dan bahagia seperti ini :)” Balasnya
Aku hanya bisa berdoa akan keyakinan itu. Bye-bye my Prince

6 TAHUN Kemudian…
“Wah, tumben banget nih kamu ngajak kita semua ke mall. Ada apa nih?” Ucapku kepada sahabatku, Windy. “Iya nih, tumben banget kamu Win, ngajak kita ke mall?” Tambah Triana. “Iya dong.. kemarin kan, aku jadian sama Hafiz!!” Jawab Windy riang. “Hah?! Beneran?!” Ucapku, Triana, Farah, Jasmin serentak. Yap! Kami berlima adalah 5 Sekawan yang selalu bersama. “Jadi, ini PJ nih?!” Ucap Farah. “Iyalah, gimana kalau kita ke AW?” Balas Windy. “Yes! Mumpung lagi lapeer nih!” Tambah Jasmin.

“Selamat ya Windy, jadian sama cowok paling cool sekampus, Hafiz..” Ucapku memberi selamat. “Iya tuh, kan banyak banget tuh cewek yang ngerebutin Hafiz..” Lanjut Jasmin. “Iya, makasih ya atas ucapannya…” Jawab Windy “Gimana nih kisah cinta kalian?”
“Aku sih, masih baik baik aja, walaupun jalanin long distance sama Hanif.. Ya so okey lah..” Ucap Farah
“Kalau aku sih, baik baik aja sama Wildan, paling sih, marahnya Cuma sekedar bercanda atau akunya yang sering ngambek.. Hahaha…” Ucap Triana
“Kalau masalah Bagus mah, Biasa aja.. Dia emang kadag kadang ngeselin, tapi it’s no problem..” Ucap Jasmin
Lalu, mereka tertawa bersama.

Oh, ya.. Aku teringat, sekarangkan tepat 7th Anniversary aku dan Junindra, sosok cowok yang meninggalkan aku 6 tahun yang lalu. Apa kabar cowok tembem itu ya? Apakah dia baik baik saja disana? Ku harap iya, Sudah 6 tahun aku tak mendapat kabar darinya sejak malam itu. Hm.. Jadi teringat akan kenangan indah dulu.

FlashBack
“Min, kamu pasti bakalan jadian sama Bagus!” Ucapku pada Jasmin. “Tau darimana kamu Na? Kamu tuh, yang udah jadian sama Junindra…” Jawab Jasmin. “Ih, apaan sie, enggak kok!” “Bo’ong aja..! Na itu..”. Aku segera menengok, ternyata orang yang dibicarakan sedang berlari dan DUBRAAKK!! “Aduhh!!” Ucapku kesakitan. Ternyata aku ditabrak oleh Jun! “Ma, Maaf.. Aku gak sengaja..” Ucapnya sembari mengulurkan tangannya untuk membantuku. Aku menjabat tangannya, dan dia membantuku untuk berdiri. Setelah aku berdiri, tangannya masih menggenggam tanganku. Aku dan dia hanya bertatap muka tanpa berbicara sekalipun. “Ciyee…” Teriak semua siswa yang melihatku dengannya. Aku dan Jun segera sadar dan melepaskan tangan kami.
Flashback off

“Na, gimana denganmu?” Tanya Windy mengagetkanku, dan aku tersadar dari lamuanku. “Eh, iya, apa Win?” Tanyaku balik. “Ih, gimana sih.. Apakah kamu masih menunggu Prince kamu itu?” Ucap Triana gregetan. “Iya Tri, aku masih nunggu dia..” Jawabku. “Percuma kamu nungguin dia Na, kalau ntar bakal sakit hati!” Kata Farah. “Gak, Far.. Aku bakal nungguin dia, sampai kapanpun..” Ucapku yakin.

Akhirnya aku sampai di kost-an ku, aku tinggal di Jakarta hanya mengeKost dengan Dea Melinda, sahabatku. Tapi, dia tidak satu kampus dengan ku dan yang lain, aku di UNJ, dia di UMJ. “Happy Anniversary ke 7 ya Na..” Ucap Dea. “Kamu inget aja sih De.” Jawabku. “Iyalah, aku sahabat terbaik kamu” Balasnya. Kami lalu bercerita tentang masing masing “My Prince”nya. “Hatiku selalu bahagia, punya kekasih sepertimu. Walau jauh, kau tak di sisiku, kau selalu setia..” Tersadar ternyata ponselku berbunyi.
“+628386*****10 Calling” Tertera nomor itu di Ponselku. Nomor yang PERNAH aku kenal, tapi, itu nomor siapa? Ku angkat telponnya.
“Halo?” Ucap orang itu. Suara itu aku kenal!
“Halo? Ini siapa?” Ucapku
“Ini aku..”
“Kamu siapa?”
“Aku My Prince mu..”
“Jun? Kamu Jun? Junindra Cahya Negara?”
“Iya, kamu di Jakarta kan? Kamu di Jakarta mana?”
“Aku di Jakarta Timur, Di dekat kampus UNJ dan UMJ..”
“Aku akan kesana…”
“Mau apa kamu ke…”
“Tut.. Tut.. Tut..”
Belum sempat aku menyelesaikan kata kata ku, dia sudah menutup telponnya.
“Ada apa Na?” Tanya Dea. “Dia mau kesini..” Jawabku. “Dia siapa?” “Dia..” “Maksud kamu Jun?”. Aku hanya menganggukan kepala. “Hah??!” Ucap Dea kaget. “Aku juga kaget De, tiba tiba dia mau kesini aja..” Kataku.

2 Jam Kemudian..
Ponselku tiba tiba berdering. Ternyata sms dari nomor yang tadi menghubungiku.
+628386*****10
“Aku udah sampai di Kost kamu, Coba kamu ke depan kost kamu, Disitu pasti ada aku”

Aku segera keluar dari kamar dan menuju depan kost. Kulihat sosok cowok putih, tinggi, Keren, cool, berbalut jaket biru dan menggendong tas di punggungnya, sedang menunggu seseorang. “Jun?” Panggilku. Dia segera menengok kepadaku. “Husna?” Ucapnya. Dia tersenyum, senyuman yang manis. Aku segera mendekati dia. “Ini Jun kan? Junindra Cahya Negara?” Tanyaku tak percaya. “Iya Husna LukitaningTyas, ini aku.. My Prince chubbymu..” Jawabnya meyakinkan. Aku semakin mendekati dia. Dan…. “Aduh.. Sakit…” Teriaknya kesakitan. “Ternyata ini benar! Kamu Jun..!” Kataku yakin. “Iya, aku Jun, gak usah cubit pipi aku juga kali..” Ucapnya sambil mengusap usap pipinya. “Hehe, maaf.. kan untuk meyakinkan..” Jawabku sembari tertawa kecil.

Aku mengajak dia ke taman dekat situ. Mengobrol sejenak tentang menjalani hidup tanpanya dan ku selama 6 tahun. “Kenapa kamu ke Jakarta?” Tanyaku. “Aku, aku disuruh tunangan dan nikah sama cewek yang gak ku suka, makanya aku minggat ke Jakarta.. Aku cuma cinta sama kamu..” Jawabnya. “Tapi kenapa? Bukannya aku cewek biasa? Sedangkan cewek yang dijodohkan denganmu pasti cewek kaya, cantik, dinamis. Sedangkan aku?!” “Gak, kamu adalah cewek paling sempurna bagiku..”. Aku hanya tersenyum simpul. Senja mulai menjemput, Aku segera mengantarkan dia ke kost-an Pria dekat sini. Karena, kostan ku, khusus kostan perempuan.

“Ciye… yang habis ketemu Princenya…” Kata Windy. “Iya nih, yang baru ketemu sejak 6 tahun gak ketemu..” Lanjut Triana. Aku hanya tersenyum simpul. “Kenalin sama Jun lagi dong, udah lama nih gak ketemu dia..” Ajak Jasmin. “Iya Min, kapan kapan ya.. Dia juga kayaknya masih lama di Jakarta..” Ucapku. “Aku tebak deh, kayaknya Jun masih tembem kyak dulu, hahahaahaa…” Kata Farah. “Bener tuh, pipinya gak berubah.. Hahaha” Jawabku. “O iya, Jun sekarang tinggal dimana?” Tanya Windy. “Di kost khusus cowok deket kostku..”. “Selamat ya, tasa kedatangan Prince nya…”

Semenjak Junndra disitu, ada pelangi yang mewarnai kehidupan aku lagi. Hidupku jadi berwarna seperti 6 tahun yang lalu. Setiap gak ada Jam kuliah, aku selalu jalan sama dia, aku jadi dekat dan semakin dekat sama dia. “Kamu mau es krim?” Tanyaku. “Boleh..” Jawabnya singkat. Aku segera memesan 2 es krim. Waktu itu aku sedang di taman bersamanya. “Nih..” Ucapku sembari memberinya es krim rasa Cokelat. “Gimana kalau kita suap suapan?” Ajaknya. “Oke, Aku dulu ya…” Ucapku dan menyuapinya es krim. Sengaja saat hampir sampai ke mulutnya es krim itu, aku arahkan ke sekitar mulutnya hingga blepotan. “Ih, kok kamu gitu? Gantian..” Ucap Jun dan mengarahkan es krimnya ke sekitar mulutku, supaya seperti dia. Hal itu terus kami lakukan sampai… “Ada cinta yang kurasakan, saat bertata dalam canda.. oh indahnya, cinta..” Suara dari ponsel Jun. Dia segera melihat Ponselnya dan membiarkannya begitu saja. “Kok gak diangkat?” Tanyaku. “Males, dari mama sih.. L” Jawabnya cemberut. “Loh, emang kenapa? Angkat dong..” “Iya, iya..”.
“Ma, kan udah aku bilang. Aku gak mau balik ke Cianjur lagi..”
“…”
“Tapi ma, Aku gak mau nikah sama Nina! Aku gak cinta sama dia..!”
“…”
“Aku gak mau! Titik…!”
“…”
“Mama gak usah nyamperin aku ke Jakarta!” Ucap Jun sembari menutup telepon.
“Kenapa Jun?” Tanyaku. “Mama aku maksa aku untuk nikah sama Nina, cewek yang gak aku suka. Kalau aku gak mau balik ke Cianjur, mama aku ngancam mau kesini..!” Jawabnya ketus. “Mungkin, memang kita tidak ditakdirkan untuk bersama..” Kataku lesu. “Gak sayang, kita pasti bersama…” Ucapnya menggenggam tanganku erat. Aku hanya bisa tersenyum simpul.

5 Hari Kemudian…
Jam menunjukan pukul 02.30 Hari ini, aku dan Junindra janji untuk bertemu di taman. Sepertinya, cuaca tidak bersahabat. Mendung menerpa daerah timur Jakarta ini. Sampailah di Taman Kota “Sun East”. Kulihat seorang sedang duduk di salah satu bangku taman itu. Aku mendekati seorang itu. “Udah lama?” Tanyaku kepadanya. “Gak kok, baru aja..” Jawabnya tersenyum. Aku duduk di sampingnya. Dia menatap langit yang mendung itu. Aku pun ikut melihatnya. Jun menggenggam tanganku. “Aku ingin kita akan selalu bersama seperti ini..” Ucapnya pelan. “Aku juga..” Balasku.
“Semua ini walaupun tak berarti, tapi’ karena ada kau, semua ini tampak berarti..”
“Jika kita tak bersama. Ingatlah, aku akan selalu ada di sampingmu…”
“I love you Husna….”
“I love you too Junindra..”

Seketika rintik hujan mulai berjatuhan, aku dan Junindra segera berteduh di sekitar bangunan dekat taman. Aku masih bergandengan tangan dengannya. Sungguh saat saat yang indah. Hujan begitu deras. Seakan tidak membolehkan dua insan ini bercinta. Aku hanya bisa menatap Hujan yang kian lama kian deras. Tiba tiba sebuah mobil datang tepat di hadapan ku dan Jun. Kaca mobil belakang itu terbuka. Tunggu! Itu mama Jun! “Mama!” Ucap Jun kaget. “Jun, ayo pulang.. Ngapain kamu sama anak itu!” Ucap mamanya ketus. “Aku gak mau pulang ma! Aku mau sama Husna..!” Balas Jun. Mamanya segera turun dari mobil menggunakan payung dan tepat di sampingnya ada seorang perempuan. Perempuan yang cantik. Berkulit putih, berambut cokelat.
“Mama ngapain sih bawa Nina! Kan udah aku bilang, Aku gak suka sama dia!” Ucap Jun
“Jun, kamu tuh harus nikah sama Nina..!” Perintahnya
“Jun, kamu ngapain sih sama cewek kampung kayak gitu! Mendingan kamu sama aku, tinggal di Apartemen, bukan di kostan kumuh kayak gitu! Kamu juga akan diberikan jabatan di perusahaan besar papa aku!” Tambah Nina.
DEG! Omongan itu buat hatiku sakit. Kenapa aku harus dihina seperti itu! Aku yang sedari tadi diam, lalu bangkit di tengah hujan deras.
“Aku emang miskin, kampungan. Aku gak punya uang banyak, apartemen, rumah mewah. Aku hanya perempuan yang tinggal di kostan kumuh, aku hanya bekerja sebagai desainer di salah satu butik yang bukan milikku. Tapi, aku gak pernah ngerepotin orangtua! Aku gak pernah minta uang ke mereka! Bukan anak manja seperti kamu!” Ucapku
“Heh! Lo pasti pernah ngerepotin orangtua jugalah, emang gue doang!” Jawabnya meremehkan.
“Terakhir aku ngerepotin orangtua, saat umurku 3 Tahun!”
Dia diam seribu bahasa. Tak tau apa yang harus dijawab atas omonganku.
“Udahlah, gak usah banyak omong! Sini Jun! Ikut mama..” Ucap mamanya menarik tangan Jun.
“Ma, aku gak mau! Aku mau sama Husna.. Lepasin!” Kata Jun berusaha melepaskan tangannya dari genggaman mamanya.
“Maafin aku Jun, kamu gak pantes sama aku. Lebih baik kamu ikutin mama kamu, kehidupan kamu akan terjamin, sementara sama aku? Gak pasti!” Aku berlari di tengah hujan yang deras. Berlari tanpa arah. Asalkan menjauhi mereka. Air mataku mengalir, mengalir begitu deras.
“Husna…!!!” Teriak Junindra, berusaha mengejarku.
Aku terus berlari berlari, tanpa peduli berapa bulir air mata jatuh di pipiku. Terikan Jun untuk menyuruhku berhenti aku abaikan. Dia masih mengejarku. Aku menyebrangi jalan dan… “BRRRUUUKKK!!” Bunyi suara hantaman yang keras. Aku menengok, Terlihat Jun terbaring di depan mobil itu. “Junindra..!!!” Teriakku dan menghampirinya. Ada luka di kepalanya. Aku segera meminta pertolongan. Dan ambulan datang.

Selama di Ambulan, aku tetap berada di sampingnya. Menggenggam tangannya yang dingin. “Jun, sadar..” Ucapku sembari menggenggam tangannya erat. Akhirnya sampai di rumah sakit. Jun dia bawa di ruang UGD, sampai di depan ruang UGD. “Maaf, anda tidak boleh masuk dulu. Silahkan tunggu di ruang tunggu..” Ucap dokter. Aku duduk di ruang tunggu dengan cemas. Ya Allah, jangan biarkan Jun pergi.. Hanya dia pelangi yang mewarnai hidupku.. Seketika mamanya dan Nina datang. “Heh, lo udah bikin Jun masuk UGD kyak gini!” Kata Nina. “Itu bukan aku, Jun sendiri yang ngejar aku!” Tungkasku. “Tau nih! Kasihan kan Jun jadi masuk UGD!” Tambah mama Jun. “Sumpah Tante, itu bukan karena saya..” Jawabku. “Alah, jangan banyak ngomong deh lo!” Balas Nina. Aku hanya bisa diam dan merunduk. Hanya Allah yang tau semuanya..

10 menit kemudian, dokter keluar dari ruang itu. “Ada yang namanya Husna?” Tanya dokter itu. “Iya, saya pak..” Jawabku. “Anda dipersilahkan masuk..” Perintah dokter. “Tapi, saya mamanya dok!” Kata mama Jun. Dokter hanya mengabaikan dan membersilahkan aku masuk. Disana, Jun terbaring lemah. Terdapat perban di kepalanya. Aku menghampirinya.
“Kamu mau baik baik aja?” Tanyaku
“Iya, kamu yang gimana, baik baik aja apa enggak?” Tanyanya Balik.
“Aku baik baik aja kok..”
“Aku sayang banget sama kamu, tapi, kenapa kita harus terpisah?”
“Mungkin itu takdir kita..”

Lalu, Jun memegang tanganku erat. Tiba tiba…
“Jun, maafin mama, mama sadar, mama salah.. Mama paksain ke hendak mama… Mama ingin, kamu bahagia.. Mama restuin kamu sama Husna.. Maafin mama..” Ucap mama Jun yang tiba tiba masuk ke ruang UGD ini.
Aku dan Jun saling tatap dan seutas senyuman menghiasi bibirnya. Beberapa detik kemudian seutas senyum menghias di bibirku juga.
“Iya ma, Jun maafin mama kok. Makasih ya Ma…” Ucap Jun.
Kali ini, senyuman lebar menghiasi bibir ku dan Jun.

6 Bulan Kemudian…
Hari ini, hari terbaikku. Ku sedang berada di Bali. Memakai Gaun putih berhias bunga bunga. Gaun yang indah. Ku berdiri di depan cermin. Ku pandangi diriku sendiri. Mungkin, aku wanita beruntung yang memiliki Junindra. Hari ini, hari pernikahanku. Tepatnya Resepsi (pesta pernikahan) sehabis ijab kabul di pinggir pantai Kuta tadi.

Tok tok tok.. Suara ketukan pintu. “Masuk…” Ucapku. Ternyata yang masuk ruangku adalah sang Pangeran yang memakai baju putih dan Jas hitam. Terlukis sebuah senyum di bibir manisnya. Dia menghampiriku. Lalu, mengulurkan tangannya padaku. Aku menyambut tangan itu. Aku menggandengnya dan menuju tempat resepsi. Sungguh resepsi yang meriah! Datang teman temanku berserta pasangannya memberi ucapan selamat. “Selamat ya Na, akhirnya nikah juga sama Princenya…” Kata Windi. “Iya, Win.. eh, ini Hafiz kan? Apa kabar lo Pis? Kapan nikahnya?”

Tanyaku. “Baik, InsyaAllah 2 bulan lagi…” Jawab Hafiz. “Husna… Selamat ya… Prince yang ditunggu tunggu dateng juga..” Ucap Triana sembari memelukkku. “Mana Wildan?” Tanyaku. “Tuh, lagi ngobrol sama Zulkham..” Jawab Triana. “Naa, selamat ya… Ramalan aku bener kan?!” Ucap Jasmin. “Iya deh, apa kata kmu Min, hahaha..” Jawabku. “Hy Gus, kapan nie lo kayak gue?” Tanya Jun kepada Bagus. “Ah, elo Jun! Kapan ya?

Ntar gue undang deh lo…” Jawab Bagus. “Selamat ya Juna.. (JUnindra husNA) Akhirnya ke pelaminan juga.. ahahahaa..” Ucap Farah. “Wish, temen gue Junindra udah nikah aja lu?” Kata Hanif. “Iya dong, Junindra gitu.. hahahaha…” Jawab Jun. “Dea…”

Kataku saat Dea memberi selamat. “Iya Husna… Selamat ya.. Akhirnya dan Akhirnya… hahaha..” Balas Dea. “Mana nih pacar kamu?” Tanyaku. “Tuh, lagi ngobrol sama Wildan..” Jawab Dea. “Julham??” Kataku kaget. Dea hanya menganggukkan kepala. “Selamat ya… Nikah undang undang loh..” Ucapku. Aku menggenggam tangan Junindra. Ku lihat ombak yang berkejar-kejaran.

Terima kasih Tuhan, kau telah mempersatukan kami. Semua ini terjadi, karena perjuangan cinta sejati..

THE END

CERITA- Kisah Cinta Tak Berujung

Pandanganku semakin kabur, teringat pesannya untuk menjaga kesehatanku. tibaa-tiba aku ambruk dan dari arah belakang telah sigap orang yang menolongku kemarin juga. "kamu??" ucapku,"lepaskan"...
"makanya mbak kalau jalan hati-hati" jawabnya sembari mengulurkan tangan "joko!!!" lanjutnya.
"masa bodoh" aku menjawab sambil ngeloyor pergi.
dari hari itu, keadaanku semakin tak karuan. kata dokter, umurku sudah tdak lama.

















Siang ini, kata guru-guru ada murid baru, pindahan dari magetan. nmanya joko supandi, tiba-tiba aku teringat kembali dengan sosok lelaki yang sudah dua kali menolonku kemarin, "pagi anak-anak" suara bu putri tiba-tiba mengagetkanku."pagi bu" ucap anak-anak serempak. "hari ini kita kedatangan murid baru" lanjutnya" slahkan masuk nak, dan perkenalkan dirimu"

baik bu, nama saya joko supandi, pindahan dari magetan  ucap nya
sejenak aku tak ngerti ini mimpi atau kenyataan. yak benar, laki-laki bernama joko supandi itu adalah seorang lelaki yang telah menolongku kemarin. "alah mungkin hanya kebetulan saja" pikirku

Suatu hari, sepulang sekolah aku sibuk mencari handphone ku yang hilang, sudah kucari mulai dari loker, kamar mandi, dan kantin sekolah. tapi tetap tidak ada, akhirnya aku memasuki ruang perpustakaan. sejenak aku duduk, tapi tiba-tiba aku mendengar suatu dering yang sudah tak asing bagiku. aku mencarinya dan akhirnya ketemu. kuangkat telefon itu "hallo"..."hallo yuni"ucap suara di sebrang

trimakasih ya, telah menemukan handphone ku  ucapku, tapi tiba-tiba telefon ku dimatikan.
aku menoba mengecek isi handphone ku, "astaga" seruku, semua kontak dalam hendphone ku hilang,tiba-tiba satu sebuah pesan masuk "ma'af ya. 

aku yang menghapus semua kontak itu", aku penasaran, ku telefon kembali nomer itu, sial, sudah tidak aktif. sampai dirumah ayah dan ibu sudah menungguku untuk makan malam. memang aku pulang agak malam, kaena harus pergi ketoko buku sebentar.

Paginya adalah hari minggu, dia lelak misterius kembali menelfonku, kami ngobrol panjang lebar. sampai akhirnya aku tak sadar bahwa jam telah menunjukkan pukul 23.00,
'yuni, cepat tidur" teriak ibuku"iya bu", aku bergegas mematikan lampu dan masuk kedalam selimut. ternyata dia adalah anak sekelasku, aku bingung. 

akhirya pagi datang. dia kembal menelfonku, saat aku memandang keluar, dilangit tampak sebuah awn yang cantik berbentuk hati."heh kau, tengoklah keluar, kau ambl lah gambar awan hati itu, untuk kenang-kenangan." ucapku"yasudah, ayok mandi" lanjutku

Selesai aku mandi ternyata ada pesan baru darinya, "aku tunggu di kolam renang sekolah jam 7 pagi. tidk bole telat" aku berjingkrak kesenangan.

Aku mulai memasuki areal kolam renan, tapi taak ada siapapun disana. saat aku memandang luas tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara langkah kaki. "joko" ucapku lirh.
"ya ini aku yun, kamu terlihat cantik pagi ini" katanya.


Aku tidak percaya ini. aku berlari keluar. dari hari itu hubunganku dengan joko semakn dekat, sampa pada suatu hari, aku diajak bolos olehnya dan pergi kerumahnya. disana tak ada sapa-siapa. aku diajaknya masuk kamar. kemudian dia keluar kembali, 

aku duduk di tempat tidurnya yang lemayan empuk. tidak beberapa lama dia msuk kembali membawa dua botol minuman. dia duduk disampingku "hanya ada ini" katanya, aku hanya mengangguk pelan. perlhan kudengr desah nafasnya. dia memandangiku, 

semakin dekat, semakin dekat. dan akhirnya.. lama kami bercumbu dalam cinta bukan nafsu, tiba-tiba aku terbangun, dan tentunya tetap mengenakan pakaian. karena kami tidak melakukan hubungan layakya suami dan istri, just kissing kok. saat aku akan pergi. tiba tiba dia berucp 

"hati-hati ya nitta", betapa remuk hatiku, karena yang di sebut bukan diriku melainkan perempuan lain, aku berlari. sampai aku d ujung jalan di mengirimi ku pesan "ma;af tdk bsa mengantar. aku ketduran". aku menyakan "siapa nitta?" tapi tdak jadi kukirimkan, kemudian aku mebalasnya. "apa aku dapat mempercayaimu"

Dengan singkat dia membalas "tentu", mulai hari itu aku menjauh darinya dan memutuskan untuk pindah sekolah, agar aku dapat melupakannya. baru kusadari jika cintaku ini tak berujung.